banner 728x250   banner 728x250  

Dualisme Kepemimpinan PB IKASI, Cicu : Atlet dari Daerah Rugi Waktu, Tenaga dan Sebagainya

(Ist)

 

banner 728x250  
   

Indiwarta.com_ MAKASSAR – Kepengurusan Ikatan Anggar Seluruh Indonesia (IKASI), di tingkat Pengurus Besar (PB) atau pusat terjadi dualisme kepemimpinan antara Agus Suparmanto dan Amir Yanto.

Akibat terjadinya dualisme, membuat kepengurusan di tingkat provinsi dan kabupaten juga terbelah, membuat atlet anggar menjadi korban.

Misalnya di Sulsel, Andi Rachmatika Dewi sebagai Ketua IKASI Sulsel kubu Amir Yanto mendapatkan dampak negatifnya, sebab kubu Agus Suparmanto menurunkan karateker pengganti Cicu.

Atas dualisme ini sebanyak 21 atlet binaan IKASI Sulsel dibawah komanddo Cicu, terpaksa batal ikut Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Tahun 20239 yang akan dilaksanakan pada 30 Agustus – 6 September 2023 di Banten.

Atlet anggar IKASI Sulsel itu berasal dari Sinjai (4 orang), Bantaeng (2 orang), Pinrang (1 orang), Takalar (1 orang), Pangkep (1 orang), Selayar (1 orang), Bulukumba (1 orang), Gowa (2 orang) dan Makassar (8 orang).

Cicu mengatakan, seluruh tahapan seleksi Pra PON sudah dilaksanakan sebelum ditunjuk karateker IKASI Sulsel.

“Nah atlet yang sudah kita rekrut tiba-tiba tidak diikutkan Pra PON, justru yang diutus adalah mereka yang tidak melalui tahapan seleksi, kan sangat disayangkan ini atlet dari daerah, rugi waktu, tenaga dan sebagainya,” jelas Cicu, Kamis (7/9/2023).

Anggota DPRD Sulsel itu menyampaikan bahwa, PB IKASI harusnya bijak dalam mengambil keputusan terutama terkait atlet yang akan bertanding.

“Harusnya kan kalau pengurus IKASI yang dualisme jangan dibawa-bawa ke atlet, jangan rugikan mereka. Biarkanlah Kemenpora yang mengambil langkah siapa kepengurusan yang sah,” tutur Ketua Komisi D DPRD Sulsel itu.

Cicu mengaku, legawa bila dirinya diganti sebagai Ketua IKASI Sulsel, namun dia sangat menyayangkan karena atlet anggar yang sudah siap berlaga di Pra PON dapat imbasnya.

Sementara itu, salah satu atlet anggar IKASI Sulsel yang sudah dipersiapkan bertanding di Pra PON, namun gagal Nabila Ditisy menuliskan kekecewaannya melalui media sosial twitter.

“Untuk yang terhormat para petinggi petinggi KONI serta IKASI Indonesia. Kami telah mempersiapkan diri kami serta telah berjuang mati-matian, mengorbankan segala hal seperti pendidikan juga waktu kami, dan bahkan kami rela meninggalkan kampung halaman kami demi mengikuti Pra-PON,” tulisnya. (*/Arman)

    
error: waiit