TAKALAR, INDIWARTA.COM – Abrasi yang semakin parah di sepanjang pantai Dusun Malelaya, Desa Punaga, menjadi ancaman serius bagi warga setempat. Erosi pantai yang terus berlanjut menyebabkan daratan terkikis, mengancam rumah-rumah warga serta infrastruktur di sekitarnya. Jika tidak segera ditangani, abrasi ini dapat menyebabkan kerusakan lebih luas dan membahayakan keselamatan penduduk.
Kondisi ini telah dikeluhkan warga sejak lama, namun hingga kini belum ada tindakan nyata dari pemerintah daerah. Beberapa titik kritis menunjukkan tanda-tanda longsor, sementara akses jalan yang dekat dengan garis pantai mulai mengalami keretakan. Warga khawatir bencana yang lebih besar akan terjadi jika tidak ada langkah pencegahan segera.
Tokoh masyarakat dan pemuda setempat mendesak pemerintah untuk turun tangan dengan solusi konkret. Pembangunan tanggul penahan ombak, penanaman vegetasi pelindung, serta perbaikan infrastruktur harus segera dilakukan sebelum dampaknya semakin buruk. Penundaan dalam penanganan hanya akan memperbesar risiko dan meningkatkan biaya pemulihan di kemudian hari.
Kepala Dusun Malelaya, Najamuddin Dg Sijaya, menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menunggu hingga terjadi bencana besar baru bertindak.
“Kami butuh solusi sekarang, bukan sekadar janji atau survei. Keselamatan warga dan keberlangsungan lingkungan harus menjadi prioritas,” ujarnya dengan tegas.
Abrasi bukan hanya permasalahan lingkungan, tetapi juga ancaman nyata bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret sebelum situasi semakin tidak terkendali. Penanganan cepat dan tepat adalah satu-satunya cara untuk mencegah dampak yang lebih besar di masa depan.
(Dg Naba)












