TAKALAR, INDIWARTA.COM – Ketua Umum Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Takalar, Riswan Arianto, menegaskan sikap organisasinya terkait kondisi sosial dan politik yang tengah terjadi di Indonesia. Atas instruksi Pengurus Besar (PB) PMII yang diteruskan melalui PKC PMII Sulawesi Selatan, PC PMII Takalar memastikan akan turun ke jalan dalam aksi menyampaikan aspirasi rakyat.
“Kami tidak bisa tinggal diam melihat kondisi negeri ini. Banyak kebijakan yang menimbulkan gejolak, aparat bersikap represif, dan ada pula oknum masyarakat yang melakukan penyampaian aspirasi dengan cara anarkis. Namun, sebagai kader pergerakan dan kaum intelektual, kita harus sadar akan aturan dan paham batasan,” tegas Riswan, Sabtu (30/08/2025).
Riswan menegaskan bahwa dirinya tidak akan melarang kader PMII Takalar untuk ikut serta dalam aksi unjuk rasa. Bahkan, ia memastikan akan terlibat langsung dan menyuarakan aspirasi di depan publik.
“Saya pun akan berada di lapangan, berbicara mewakili PC PMII Takalar. Namun, kita harus ingat peran kita sebagai mahasiswa. Kita menyampaikan aspirasi dengan cara bermartabat, mematuhi aturan, dan menghormati regulasi yang berlaku,” ujarnya.
Lebih lanjut, Riswan mengungkapkan rasa keprihatinannya atas berbagai peristiwa yang terjadi belakangan ini, termasuk banyaknya korban jiwa dan kerusakan fasilitas umum akibat aksi massa.
“Kami turut prihatin atas kondisi negeri ini. Semoga situasi segera pulih dan masyarakat bisa kembali merasakan ketenangan,” tambahnya.
Riswan menutup pernyataannya dengan seruan persatuan dan semangat perjuangan. Menurutnya, beberapa hari ke depan akan menjadi catatan sejarah bagi PC PMII Takalar dalam menyuarakan tuntutan rakyat.
“Mari kita bersama-sama memperjuangkan hak rakyat. Suara-suara kecil dari Takalar akan bergema hingga pusat kekuasaan. Bersama kita menang,” pungkasnya. (*)












