TAKALAR, INDIWARTA.COM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Komite Aksi Kerakyatan Mahasiswa Sul-Sel (KAKMS) menggelar aksi damai di depan Polres Takalar pada Jumat (21/3/2024).
Aksi ini sebagai bentuk dukungan terhadap Satuan Reserse Narkoba Polres Takalar dalam upaya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Takalar.
Dengan mengusung grand issue “Save Takalar, Lawan Peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba!”, mahasiswa menyuarakan keprihatinan atas semakin maraknya peredaran narkoba yang kini tak hanya merambah kota besar, tetapi juga pelosok desa dan berbagai kalangan, termasuk pelajar, petani, buruh, hingga masyarakat umum.
Kasat Reserse Narkoba Apresiasi Dukungan Mahasiswa
Aksi ini mendapat sambutan positif dari Kasat Reserse Narkoba Polres Takalar, AKP Andi Aldiansyah, SE, yang mengapresiasi dukungan moril dari para mahasiswa.
“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan dan dukungan dari KAKMS dalam pemberantasan narkoba di Takalar. Kami juga berkomitmen untuk bekerja secara profesional dan tanpa pandang bulu dalam menindak pelaku penyalahgunaan narkoba,” ujar AKP Andi Aldiansyah.
Sebagai bentuk komitmen bersama, mahasiswa dan kepolisian membubuhkan tanda tangan di spanduk besar, menandai tekad kolektif dalam memerangi narkoba.
Tuntutan KAKMS: Tegas dan Tanpa Tebang Pilih!
Dalam aksinya, KAKMS menyampaikan delapan tuntutan utama kepada kepolisian, di antaranya:
1. Memastikan personel Satuan Reserse Narkoba bekerja secara jujur, profesional, dan berintegritas.
2. Menindak tegas sindikat narkoba hingga ke akar-akarnya tanpa tebang pilih.
3. Menolak segala bentuk intervensi dalam proses hukum kasus narkoba.
4. Mendorong keterlibatan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan pemuka agama dalam pemberantasan narkoba.
5. Mengajak kepolisian lebih aktif dalam sosialisasi bahaya narkoba di sekolah-sekolah.
6. Berkoordinasi dengan PKK untuk memberikan edukasi kepada ibu rumah tangga sebagai langkah pencegahan dini.
7. Melakukan razia rutin di tempat hiburan yang berpotensi menjadi pusat peredaran narkoba.
8. Menindak tegas oknum aparat yang terlibat dalam transaksi atau penyalahgunaan wewenang terkait narkoba.
Aksi damai ini dipimpin oleh Jenderal Lapangan, Alwyanto Saputra, dan Koordinator Aksi, Abd Salam. Mereka berharap kepolisian semakin serius dalam memerangi peredaran narkoba, demi mewujudkan Takalar yang bersih dan bebas dari narkoba.
“Kami tidak ingin melihat generasi muda Takalar hancur karena narkoba. Ini bukan hanya tugas kepolisian, tetapi tanggung jawab kita semua,” tegas salah satu peserta aksi.
Dengan adanya aksi ini, diharapkan sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan kepolisian semakin kuat dalam menghadapi ancaman narkoba di Takalar.
(*/Fathir)












