Pemkab Takalar Perkuat Transparansi, Dinas Kominfo-SP Gelar Pelatihan Jurnalistik untuk PPID

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Upaya memperkuat transparansi dan keterbukaan informasi publik di Kabupaten Takalar kembali ditegaskan melalui pelatihan jurnalistik bagi Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) di lingkup Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pelatihan ini digelar oleh Dinas Komunikasi dan Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo-SP) Takalar bekerja sama dengan Tribun Timur, bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Selasa, 11 November 2025.

Kepala Dinas Kominfo-SP Takalar, H. Suhardianto, S.STP., M.Si., mewakili Bupati Takalar saat membuka kegiatan menegaskan peran krusial PPID sebagai ujung depan pelayanan informasi kepada masyarakat.

“PPID bukan hanya sekadar penyedia dokumen. Mereka adalah garda terdepan dalam memastikan hak masyarakat memperoleh informasi publik terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Suhardianto menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Takalar berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan partisipatif sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Karena itu, kapasitas aparatur dalam mengelola informasi harus terus diperkuat.

“Mudah-mudahan pelatihan ini melahirkan aparatur yang kompeten dan berdedikasi, sehingga pelayanan informasi publik dapat diberikan dengan cepat, tepat, efektif, dan mudah diakses oleh masyarakat,” harapnya.

Wakil Redaksi Tribun Timur, AS Kambie, yang hadir sebagai narasumber, menekankan pentingnya kecakapan PPID dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mudah dipahami publik. Menurutnya, keterbukaan informasi adalah fondasi bagi pemerintahan yang bersih dan responsif.

“PPID berperan menjamin keterbukaan informasi publik, meningkatkan akuntabilitas, mencegah korupsi, dan mempermudah akses informasi. Di setiap OPD, PPID adalah pusat pelayanan informasi yang harus sigap, paham regulasi, dan mampu berkomunikasi dengan baik,” tutur AS Kambie.

Pelatihan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Takalar dalam mendorong budaya birokrasi yang lebih terbuka, informatif, dan dekat dengan masyarakat. (*)