TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pj. Bupati Takalar, Dr. H. Muhammad Hasbi, menghadiri acara Sunatan Massal yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar pada Kamis (6/2/2025). Acara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-65 Kabupaten Takalar, yang bertema Takalar Bisa,Maju dan Menyala. Kegiatan ini melibatkan 165 anak yang turut serta dalam sunatan massal yang diadakan di berbagai lokasi di wilayah Takalar.
Dalam sambutannya, Pj. Bupati Takalar menyampaikan pentingnya sunat atau khitan bagi kesehatan, khususnya bagi anak laki-laki. Ia menjelaskan, tujuan dari khitan adalah untuk menjaga kebersihan dan mencegah penumpukan kotoran pada bagian tubuh yang sensitif, terutama pada ujungnya. Bagi laki-laki, kebersihan diri sangat penting, apalagi saat berhubungan. Tanpa perawatan yang tepat, hal tersebut bisa menjadi pemicu munculnya berbagai penyakit. Oleh karena itu, khitan adalah bagian dari langkah preventif dalam menjaga kesehatan.
Lebih lanjut, Pj. Bupati menyampaikan bahwa khitan juga merupakan bagian dari ajaran agama Islam yang sangat penting dilaksanakan sejak dini. Acara ini, selain memberikan manfaat kesehatan, juga mengingatkan kita akan nilai-nilai syariat Islam yang mengajarkan tentang pentingnya kebersihan dan kesehatan tubuh. Dengan melaksanakan khitan, anak-anak diharapkan bisa tumbuh dengan lebih sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.
Kegiatan sunatan massal ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Kabupaten Takalar. Dengan dilaksanakan secara massal, diharapkan lebih banyak anak-anak yang mendapatkan manfaat dari prosedur ini, baik dari sisi kesehatan maupun sebagai bentuk pelaksanaan ajaran agama yang benar. Pj. Bupati juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang sangat antusias dalam menyambut kegiatan tersebut.
Acara ini merupakan salah satu wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memeriahkan Hari Jadi ke – 65 Kabupaten Takalar yang bertemakan Takalar Bisa, Maju dan Menyala. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan serta mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
(Tojengji)












