TAKALAR, INDIWARTA.COM – Pemerintah Daerah Kabupaten Takalar berkomitmen melestarikan warisan budaya dengan merencanakan revitalisasi Museum Balla Lompoa. Revitalisasi ini akan didanai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebagai bagian dari upaya memperkuat identitas lokal dan memperkaya ruang edukasi sejarah di Takalar.
Langkah ini diumumkan langsung oleh Bupati Takalar, H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, saat melakukan kunjungan ke Museum Balla Lompoa yang berlokasi di Kelurahan Kalabbirang, Kecamatan Pattallassang, Kamis (17/7/2025).
“Balla Lompoa adalah ikon kebudayaan Takalar. Revitalisasi ini tidak hanya soal mempercantik fisik bangunan, tapi juga menghidupkan kembali semangat sejarah dan budaya lokal yang pernah jaya,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, Balla Lompoa akan difungsikan sebagai pusat informasi sejarah kerajaan-kerajaan besar di Takalar seperti Kerajaan Sanrobone, Laikang, Galesong, dan Polongbangkeng Utara. Tujuannya, agar generasi muda dapat belajar dan mengenal lebih dekat akar budaya mereka.
Tak hanya itu, Bupati juga menyoroti pentingnya perlindungan aset budaya. Ia telah menginstruksikan Dinas terkait untuk melacak keberadaan aset-aset museum yang diduga hilang.
“Aset Balla Lompoa adalah milik negara. Saya sudah perintahkan agar dilakukan penelusuran dan pendataan ulang,” tegasnya.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar, Darwis Ewa, mengungkapkan telah ditugaskan membentuk tim khusus untuk mengidentifikasi segala kebutuhan revitalisasi museum.
“Balla Lompoa nantinya tak hanya jadi ruang sejarah, tapi juga pusat kegiatan seni dan budaya remaja. Akan ada panggung kreativitas yang digelar setiap pekan di halaman museum,” jelas Darwis.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Bupati atas kepedulian terhadap pelestarian budaya lokal.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati atas perhatian dan komitmennya. Balla Lompoa ini posisinya sangat strategis, dekat dengan rumah jabatan, sehingga revitalisasi ini bisa menjadi kebanggaan Takalar,” tutupnya.
Revitalisasi Balla Lompoa diharapkan menjadi pintu gerbang baru untuk menggugah kembali semangat kebudayaan lokal dan menjadi magnet wisata edukatif yang memperkuat identitas Butta Panrannuangku. (*)












