Solusi Cerdas Ali Topan Atasi Isu Limbah Dapur MBG di Pinrang

editor
Ali Topan Aktivis lingkungan asal Pinrang

PINRANG  indiwarta – Sosok Ali Topan kembali membuktikan bahwa dedikasi terhadap lingkungan tidak mengenal batas.

‎Aktivis lingkungan asal Pinrang yang baru saja dinobatkan sebagai Local Hero dalam ajang Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2025 oleh PT SUCOFINDO ini, kini tengah fokus menyikapi dan memberikan solusi nyata terkait isu limbah dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pinrang.

‎​Ali Topan bukanlah nama baru dalam dunia advokasi lingkungan. Selain penghargaan ENSIA 2025, pria kelahiran 7 Mei 1985 ini merupakan penerima Penghargaan Khusus Pemuda Inspirasi Advokasi Lingkungan serta Nominasi Kalpataru 2021 dari KLHK.

‎​Meski memiliki keterbatasan fisik, alumni STKIP Cokroaminoto Pinrang ini dikenal luas melalui inisiatif “Bank Sampah Inklusif, Berdaya Tanpa Batas.” Program ini tidak hanya fokus pada pelestarian alam, tetapi juga pemberdayaan kelompok disabilitas dan warga rentan untuk terlibat aktif dalam pengelolaan sampah.

‎​Mendengar beberapa keluhan masyarakat mengenai bau yang timbul dari limbah cair di beberapa dapur MBG, Ali Topan memberikan analisis teknisnya.

‎Menurutnya, masalah utama muncul karena pengelolaan limbah masih dilakukan secara manual tanpa intervensi pengurai pada bak kontrol.

‎”Selama ini, masalah utama yang kami dapatkan dilapangan selama pendampingan ialah terletak di pengelolaan IPAL karena hanya memperlakukan limbah cairan secara manual tanpa intervensi pengurai di bak kontrol limbah.” ujar Ali Topan saat ditemui Kamis, (29/01/2025).

‎Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Ali Topan bersama rekan-rekan pemerhati lingkungan telah melakukan pendampingan sistem sanitasi IPAL beberapa dapur MBG di pinrang secara sukarela.

‎​”Selama ini, kami memang telah melakukan edukasi dan pendampingan kepada teman-teman pengelola dapur terkait sterilisasi bau menggunakan cairan Eco Enzyme,” Lanjutanya

‎​Ia menjelaskan bahwa penggunaan Eco Enzyme sangat efektif meminimalisir bau dan gas pada pembuangan limbah.

‎”Bahkan cairan ini sangat efektif digunakan pada wastafel pencucian buah untuk menghilangkan residu bahan kimia, bakteri, hingga ulat yang melekat,” tambahnya.

‎Terkait isu spesifik yang terjadi di dapur SPPG Sawitto 02, Ali menyatakan kesiapannya untuk terjun langsung membantu penanganan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

‎​Di akhir keterangannya, Ali Topan menitipkan harapan besar kepada Koordinator Wilayah SPPG Pinrang agar segera mengambil langkah strategis.

‎​”Kami berharap segera dibentuk tim pengawas sanitasi. Dalam pengusulannya nanti, kami sangat berharap kepada Korwil SPPG Pinrang dapat memberdayakan SDM lokal yang berkompeten di bidangnya. Pinrang memiliki potensi itu, dan kami siap berkolaborasi,” pungkasnya.

‎​Langkah Ali Topan ini menjadi pengingat bahwa inovasi lingkungan yang inklusif dan berkelanjutan adalah kunci utama dalam mendukung program nasional seperti MBG, agar berjalan selaras dengan kesehatan lingkungan masyarakat sekitar.

*Yahya