PINRANG – Menanggapi video viral terkait ketegangan antara warga dan pihak pengelola dapur di SPPG Sawitto 02, Kecamatan Watang Sawitto,Kabupaten Pinrang, pihak manajemen akhirnya memberikan klarifikasi resmi.
berita sebelumnya :
MBG Pinrang Kembali Heboh, Video Viral Diduga Pihak Dapur MBG Bersitegang Dengan Warga Sekitar
Kejadian yang sempat memicu keributan di media sosial tersebut diklaim berawal dari kesalahpahaman saat upaya pembersihan saluran drainase sedang berlangsung.
Person In Charge (PIC) SPPG Sawitto 02, Maskun, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada Selasa (27/1) sekitar pukul 17.00 WITA.
Menurutnya, pihak pengelola sebenarnya tengah berupaya merespon keluhan warga terkait aroma tidak sedap dari drainase.
”Kami memang pernah menerima keluhan warga soal bau. Awalnya kami coba gunakan armada pemadam kebakaran (damkar) untuk melancarkan aliran, tapi hasilnya tidak maksimal,” ujar Maskun saat saat ditemui, Rabu (28/1/2026).
Karena upaya awal gagal, pihak dapur kemudian menyurati Dinas Pekerjaan Umum (PU) bagian drainase untuk melakukan pengerukan secara menyeluruh.
”Kita sudah gunakan damkar beberapa minggu, namun ternyata ada cekung di drainase yang sering menghambat aliran drainase, akhirnya kami bermohon kepada Dinas PU untuk lakukan pengerukan, ” lanjutnya
Namun, saat proses pengerukan dilakukan oleh tim dapur dan pihak PU tepat depan rumah warga, terjadilah mis komunikasi.
”Awalnya seorang warga keluar dari rumahnya dan meminta agar percikan air selokan tidak mengenai tanaman bunganya. Namun tiba-tiba suaminya datang dari rumah sebelah dengan nada tinggi, sehingga terjadilah cekcok antara warga dan tim yang bekerja,” jelasnya.
Bhabinkamtibmas (BKTM) Kelurahan Maccorawalie, Aipda Muh Jabir mengaku baru mengetahui insiden tersebut setelah rekaman video menyebar luas.
”Saya baru tahu kejadiannya tadi pagi setelah mendapatkan informasi dari media dan saya langsung koordinasi dengan pak lurah, babinsa dan polsek sawitto untuk menuju lokasi kejadian, “. Ujar saat ditemui
Sementara, Lurah Maccorawalie, Andi Hamdan SE menanggapi adanya polemik yang terjadi di wilayahnya. Ia mengimbau agar pihak pengelola dapur lebih proaktif dalam berkomunikasi dengan aparat di tingkat bawah.
”Saya berharap ke depan pihak dapur lebih koordinatif, terutama kepada BKTM. Dengan komunikasi yang baik, hal-hal yang berpotensi menimbulkan polemik di masyarakat dapat segera diselesaikan,” ungkap Pak Lurah.
Guna memastikan masalah lingkungan ini tidak berlarut-larut, Kepala SPPG Sawitto 02 Asty Regina Putri telah menyiapkan solusi teknis.
”Sebagai solusi sementara kami telah membeli pipa gantung. Tujuannya agar limbah dapur tidak lagi langsung mengalir melewati drainase terbuka, sehingga potensi bau busuk dapat diminimalisir,” pungkas Kepala SPPG Sawitto 02.
Saat ini, situasi di lokasi dilaporkan telah kondusif, namun warga berharap janji perbaikan infrastruktur drainase tersebut segera direalisasikan agar kenyamanan lingkungan tetap terjaga.
**Yahya












