MBG Pinrang Kembali Heboh, Video Viral Diduga Pihak Dapur MBG Bersitegang Dengan Warga Sekitar

editor
tangkapan layar video

​PINRANG indiwarta– Sebuah video yang memperlihatkan ketegangan antara warga dengan pihak pengelola dapur yang diduga berlokasi di SPPG Sawitto 02 di Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, kembali viral.

‎Video tersebut mendadak viral di media sosial Facebook. Keributan diduga dipicu oleh keresahan warga terkait masalah lingkungan dan kebisingan dari dapur.

‎​Peristiwa ini menjadi sorotan setelah video berdurasi 2 menit 19 detik yang merekam aksi saling bentak tersebut viral di media sosial. Video yang diunggah oleh akun Facebook zhiaq pada Selasa (27/1/2026) itu telah mendapatkan respons beragam dari netizen dan dibagikan berkali-kali.

 

Narasi dalam unggahan menyebutkan bahwa kemarahan warga memuncak akibat aroma tidak sedap yang bersumber dari limbah dapur.
‎​”Warga nyaris baku hantam dengan pihak MBG. karena bau busuk,” tulis keterangan dalam unggahan tersebut.

‎​Berdasarkan analisis rekaman video, pada menit ke 1.48, terdengar suara seorang pria dan wanita yang mengutarakan kekesalannya.

‎Mereka menegaskan bahwa sumber bau menyengat tersebut memang berasal dari aktivitas dapur tersebut.

‎​”Tinggal mi saja busuknya, (suara perempuan): digali pi, pas lagi samping MBG, karena memang baunya MBG,” bunyi percakapan dalam video.

‎​Selain masalah bau, warga juga merasa terganggu dengan aktivitas memasak yang dilakukan pada malam hari. Suara bising dari dapur di waktu istirahat warga dianggap menjadi pelengkap kekecewaan masyarakat sekitar.

‎​Kesaksian Warga: “Sudah Sering Ditegur”
‎​Seorang warga memberikan keterangan tambahan melalui pesan langsung (Direct Message). Ia menjelaskan bahwa warga sebenarnya sudah sering memberikan teguran, terutama terkait penggalian selokan.

‎​Menurutnya, penggalian selokan di area yang sudah disemen justru membuat air limbah dapur tergenang dan membusuk.

‎​”Jadi sudah berapa kali dikasih tahu jangan digali got, karena sebelah rumahnya itu sudah disemen. Kalau digali, pasti airnya tinggal (tergenang) dan itu yang bikin bau sekali,” ungkapnya kepada media.

‎​Ia juga menambahkan bahwa ketegangan yang terjadi diduga dipicu oleh adanya rasa ketersinggungan dari pihak dapur setelah sering ditegur masalah kebisingan malam hari.

‎​”Selalu juga ditegur kalau ribut malam saat memasak, jadi ada dendamnya ini orang MBG. Terus besarlah suaranya, berkelahilah mereka,” pungkasnya.

‎Persoalan ini juga mendapat tanggapan dari pemilik akun Instagram @tyaastriee yang merupakan warga sekitar. Ia menyayangkan kurangnya komunikasi dan izin dari pihak pengelola dapur saat hendak melakukan pembersihan atau penggalian selokan di area rumah warga.

‎​”Saya yang baru menetap di Pinrang berharap menghirup udara segar, tapi malah bau limbah. Mungkin maksud MBG ini bagus mau bersihkan selokan, tapi salahnya tidak izin sama pemilik rumah, padahal kita semua bertetangga sudah puluhan tahun di sini,” ungkapnya dalam sebuah postingan.

‎​Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola dapur SPPG Sawitto 02 maupun otoritas setempat terkait solusi atas konflik lingkungan tersebut.

*yahya