Lumpuh Akibat Krisis BBM, Kota Makassar Terapkan Sekolah Daring dan WFH Massal

editor
indiwarta MAKASSAR — Kelangkaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kian berdampak serius pada roda roda aktivitas masyarakat. Merespons kemacetan parah akibat antrean kendaraan yang mengular di hampir seluruh SPBU, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mengambil kebijakan darurat dengan menghentikan aktivitas belajar tatap muka di sekolah serta memberlakukan sistem kerja dari rumah (Work From Home/WFH).
Langkah taktis ini diambil langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri “Appi” Arifuddin. Pemkot Makassar resmi menginstruksikan seluruh satuan pendidikan mulai dari tingkat PAUD/TK, SD, hingga SMP untuk mengalihkan proses belajar mengajar ke metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring.
Kebijakan ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan penuh, terhitung sejak 12 hingga 19 September 2026.
“Langkah mitigasi ini terpaksa diambil untuk mengurangi beban mobilitas di jalan raya. Kemacetan imbas antrean kendaraan di SPBU sudah sangat mengganggu waktu perjalanan siswa, guru, dan para orang tua murid,” tulis pernyataan resmi Pemkot Makassar. Selain sektor pendidikan, kebijakan kerja dari rumah juga diberlakukan bagi sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup pemkot guna menekan konsumsi energi harian kota.
Jeritan Warga: Mengantre Berjam-jam hingga Harga Eceran Melambung
Pantauan di sejumlah titik strategis seperti Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Hertasning, dan Jalan Urip Sumoharjo menunjukkan pemandangan yang serupa: ratusan mobil dan motor berjejer hingga memakan separuh badan jalan utama. Kondisi ini memicu kemacetan horor pada jam-jam sibuk. Banyak pengendara roda empat mengaku harus menghabiskan waktu hingga berjam-jam, bahkan ada yang rela menginap di sekitar area pengisian demi mendapatkan BBM.
Tersendatnya pasokan di SPBU dimanfaatkan oleh sebagian spekulan. Di pasar gelap atau tingkat pengecer botolan (Pertamini), harga Pertalite meroket tajam di luar batas kewajaran. Satu botol volume 1,5 liter kini dibanderol mulai dari Rp20.000 hingga menembus Rp35.000. Warga yang sudah kepalang butuh terpaksa merogoh kocek lebih dalam demi menghindari antrean melelahkan di stasiun pengisian resmi.
Sentilan Keras Menteri ESDM dan Modus Tangki Modifikasi
Merespons situasi kritis di ibu kota Sulawesi Selatan ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia angkat bicara. Bahlil secara tegas membantah adanya isu penipisan stok minyak nasional. Ia memastikan bahwa ketahanan energi dan cadangan BBM nasional dalam kondisi aman hingga di atas 20 hari ke depan.
Menurut analisisnya, kepanikan masyarakat (panic buying) serta besarnya perpindahan konsumen dari BBM nonsubsidi ke subsidi menjadi salah satu pemicu utama. Namun, Bahlil tidak menampik adanya praktik curang di lapangan yang memperparah keadaan. Ia meminta aparat kepolisian bertindak tegas menyusul ditemukannya indikasi penimbunan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.
“Kami mengendus adanya mobil-mobil mewah berkapasitas mesin besar serta armada truk yang tangki bahan bakarnya telah dimodifikasi secara ilegal. Mereka mampu menyedot BBM subsidi hingga kapasitas 700 liter bahkan 1 ton sekali isi. Ini jelas tindakan kriminal yang merugikan rakyat kecil,” cetus Bahlil dengan nada tegas.
Aturan Ganjil-Genap Dilonggarkan untuk Ojek Online
Sebelumnya, guna mengurai kepadatan, otoritas terkait sempat menguji coba pembatasan pembelian BBM bersubsidi menggunakan sistem pelat nomor ganjil-genap di SPBU. Namun, aturan ini langsung mendapat penolakan keras dari ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang menggelar aksi unjuk rasa karena merasa regulasi tersebut memotong mata pencaharian mereka.
Menyikapi tuntutan tersebut, pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi akhirnya mengambil langkah diskresi. Khusus untuk pengemudi ojol, aturan ganjil-genap kini resmi ditangguhkan.
Mereka diperbolehkan membeli BBM bersubsidi kapan saja, dengan syarat wajib menunjukkan atribut kemitraan resmi serta akun aplikasi yang masih aktif saat bertransaksi. Pihak Pertamina bersama Pemkot Makassar berjanji akan terus melakukan evaluasi harian hingga jalur distribusi dan pasokan energi kembali normal di seluruh wilayah kota.
red