indiwarta PINRANG — Seorang ibu di Kabupaten Pinrang menyatakan kekecewaannya terhadap kinerja kepolisian yang dinilai lamban dalam menangani kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa anak kandungnya.
Hingga Selasa (11/8/2026), atau lebih dari satu bulan sejak kasus tersebut dilaporkan, terduga pelaku masih belum ditangkap dan keberadaannya belum diketahui.
Ibu korban, Sumarni (38), mengungkapkan bahwa lambannya penanganan hukum ini menambah kecemasan dan beban psikologis keluarganya. Ia mendesak pihak berwajib untuk segera melacak dan menindak tegas terduga pelaku agar keluarganya mendapatkan keadilan.
”Kami sangat kecewa karena penanganannya terasa lamban. Kami berharap polisi segera menemukan pelaku dan kasus ini diproses sampai tuntas. Kami hanya ingin keadilan untuk anak kami,” ujar Sumarni.
Lebih lanjut, Sumarni membeberkan kondisi mental putrinya yang kian memprihatinkan akibat kejadian tersebut dan belum tertangkapnya pelaku. Ia menyebut sang anak mengalami trauma berat.
”Sudah hampir satu bulan lebih pelaku pemerkosaan belum ditemukan, sedangkan anak kami sangat trauma hingga tak berani keluar rumah lagi,” keluhnya.
Bagi pihak keluarga, mandeknya proses penanganan perkara ini menjadi tanda tanya besar. Mereka mendesak kepolisian setempat untuk meningkatkan intensitas pencarian dan mengusut kasus ini secara menyeluruh. Keluarga berharap penyelidikan tidak lantas berhenti hanya karena terduga pelaku dinilai sulit dilacak.
Selain menuntut keadilan, pihak keluarga juga meminta agar korban yang masih di bawah umur ini dipastikan mendapatkan perlindungan serta pendampingan psikologis selama proses hukum berlangsung.
Demi melindungi masa depan dan privasi korban, identitas anak serta informasi pribadi lainnya dirahasiakan dari publik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan maupun pernyataan resmi dari pihak Polres Pinrang terkait perkembangan kasus dugaan kekerasan seksual tersebut.
Keluarga korban kini menanti langkah konkret dari kepolisian untuk segera menuntaskan perkara ini.
yahya red












