Abu Vulkanik Ganggu Penerbangan di Makassar, Puluhan Jadwal Ditunda dan Dibatalkan

editor

indiwarta. MAROS — Puluhan penerbangan dari dan menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan, mengalami penundaan hingga pembatalan seiring dampak sebaran abu vulkanik yang mengganggu keselamatan operasional penerbangan. Ratusan penumpang terdampak akibat perubahan jadwal penerbangan tersebut. Minggu, 6 September 2026

Gangguan penerbangan terjadi secara intensif dalam sepekan ini, bersamaan dengan peningkatan aktivitas erupsi vulkanik. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang (visibility) di sekitar wilayah operasional penerbangan memburuk dan meningkatkan risiko terhadap pesawat.

Abu vulkanik menjadi salah satu ancaman serius bagi penerbangan karena material tersebut dapat masuk ke mesin pesawat dan berpotensi mengganggu kinerja mesin maupun komponen lainnya. Atas pertimbangan keselamatan, sejumlah penerbangan dari dan menuju Bandara Sultan Hasanuddin akhirnya ditunda atau dibatalkan.

Penumpang Dapat Kompensasi dan Reschedule

Pihak pengelola Bandara Internasional Sultan Hasanuddin melakukan penanganan terhadap para penumpang yang terdampak pembatalan dan penundaan penerbangan.

Penumpang diberikan sejumlah opsi, di antaranya pengalihan jadwal penerbangan (reschedule) serta voucher kompensasi sesuai mekanisme penanganan yang berlaku.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak gangguan operasional terhadap ratusan penumpang yang berada di terminal keberangkatan.

Pesawat Garuda GA-604 Alami Pecah Ban

Di tengah gangguan operasional akibat kondisi vulkanik, insiden teknis juga terjadi di landasan pacu Bandara Sultan Hasanuddin.

Pesawat Garuda Indonesia GA-604 dengan rute Jakarta–Makassar mengalami insiden pecah ban saat melakukan pendaratan di runway.

Tim Emergency Response Plan (ERP) segera dikerahkan untuk mengamankan lokasi kejadian. Area landasan pacu kemudian diisolasi guna memastikan proses evakuasi penumpang dan penanganan pesawat dapat berlangsung secara aman dan tertib.

Seluruh penumpang berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa.

Tim Teknis Lakukan Evaluasi

Penanganan insiden juga melibatkan tim teknis Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan. Evaluasi dilakukan terhadap kondisi penerbangan dan insiden di landasan pacu, termasuk untuk mengetahui faktor teknis yang berkaitan dengan pecahnya ban saat pesawat mendarat.

Otoritas bandara bersama maskapai dan pihak terkait terus melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan dijalankan.

Sementara itu, penyesuaian jadwal penerbangan masih bergantung pada perkembangan kondisi abu vulkanik dan tingkat keamanan operasional penerbangan.

Keselamatan penumpang, awak pesawat, dan seluruh pengguna fasilitas bandara menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan penundaan maupun pembatalan penerbangan.

red*