TAKALAR, INDIWARTA.COM – Warga Desa Mappakalompo, Dusun Manyampa, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar, menyuarakan keluhan terkait kondisi jalan tani yang rusak parah selama kurang lebih dua tahun terakhir. Padahal, jalan tersebut sebelumnya telah dikerjakan melalui Dana Desa Tahun Anggaran 2023 dengan total anggaran sebesar Rp108.435.000 yang dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Mappakalompo.

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menuturkan, proyek jalan tani tersebut dikerjakan dalam dua tahap dengan jarak waktu yang cukup lama. Namun, hasilnya dinilai tidak maksimal karena material yang digunakan hanya berupa batu dan tanah.
“Ada sekitar 300 meter jalan yang dikerjakan, tapi materialnya hanya batu dan tanah saja, itupun hanya sekadar ditimbun tanpa pengerjaan yang jelas,” ungkapnya, Jumat (29/8/2025).
Kondisi jalan yang rusak parah itu berdampak besar pada aktivitas sehari-hari masyarakat. Warga, khususnya para petani, mengeluhkan akses transportasi yang sulit dilalui. Saat musim hujan, jalan menjadi becek, licin, dan sering tergenang air, membuat pengguna motor harus ekstra hati-hati.
“Kalau hujan, air tergenang, becek, dan batu-batunya banyak yang berhamburan. Kami jadi kesulitan lewat, apalagi yang bawa hasil panen,” keluh seorang warga lainnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Desa Mappakalompo, Saripudin, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengakui bahwa pekerjaan proyek tersebut memang masih sebatas pembangunan talud dan timbunan sirtu. Ia menegaskan bahwa pihak desa berkomitmen untuk melanjutkan pengerjaan jalan tersebut.
“Memang anggarannya hanya untuk talud dan timbunan sirtu. Insyaallah tahun depan akan kami lanjutkan dengan penganggaran rabat beton supaya jalannya lebih baik,” jelas Saripudin.
Masyarakat berharap pemerintah desa lebih transparan dalam penggunaan Dana Desa dan segera menuntaskan perbaikan jalan tani agar hasil pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. (Red)












