2.251 Posko 01 DM-HHY Bersama Relawan dan Masyarakat Awasi Pilkada Takalar dari Politik Uang

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Menjelang Pilkada Takalar yang akan berlangsung pada 27 November 2024, pasangan calon nomor urut 1, Daeng Manye dan Hengki Yasin (DM-HHY), meluncurkan inisiatif baru untuk menjaga demokrasi bersih di wilayah tersebut. Inisiatif bertajuk Gerakan Ajjaga Kampong ini menggerakkan ribuan relawan bersama masyarakat untuk mencegah praktik politik uang selama proses pemilihan.

Program ini diluncurkan oleh tim pemenangan 01 DM-HHY bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda Takalar. Tujuannya adalah untuk memastikan Pilkada berjalan jujur, adil, dan bebas dari segala bentuk kecurangan, terutama politik uang yang dapat merusak integritas demokrasi.

Juru Bicara DM-HHY, Ahmad Sabang, menegaskan bahwa Gerakan Ajjaga Kampong merupakan respons atas keresahan masyarakat terkait potensi praktik politik uang.

“Kami ingin Pilkada Takalar menjadi pesta demokrasi yang bersih dan bermartabat. Jangan sampai cita-cita masyarakat untuk memiliki pemimpin yang jujur dicederai oleh politik uang,” ujar Ahmad Sabang, Kamis (21/11/2024).

Ahmad juga menambahkan bahwa gerakan ini melibatkan semua elemen masyarakat. Dari relawan, pemuda, hingga tokoh agama, mereka semua bersatu untuk memantau dan mengawasi jalannya proses Pilkada, terutama pada masa tenang hingga hari pencoblosan.

Sebagai bagian dari gerakan ini, lebih dari 2.251 posko pemenangan 01 DM-HHY telah didirikan di seluruh wilayah Takalar, mulai dari kecamatan, desa, hingga tingkat dusun. Posko-posko ini tidak hanya berfungsi sebagai pusat informasi, tetapi juga sebagai tempat koordinasi relawan yang akan turun langsung ke lapangan.

Menurut salah satu relawan, Rusli Dg Buang, gerakan ini adalah langkah luar biasa untuk melawan budaya politik uang yang sudah lama mengakar.

“Ini adalah langkah besar untuk menjaga kampung kita. Posko-posko akan semakin aktif untuk mengawasi, dan kami semua berkomitmen menjaga integritas Pilkada Takalar,” ungkapnya, Kamis (21/11/2024).

Gerakan ini mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan masyarakat Takalar, yang menginginkan Pilkada berlangsung transparan tanpa campur tangan uang. Mereka berharap agar gerakan ini bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengawal demokrasi yang bersih.

Selain itu, Gerakan Ajjaga Kampong diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga proses pemilihan. Dengan keterlibatan masyarakat, peluang terjadinya praktik politik uang diharapkan bisa ditekan seminimal mungkin.

Daeng Manye dan Hengki Yasin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh relawan dan masyarakat yang telah berkontribusi dalam gerakan ini.

“Kami berterima kasih atas semangat dan dukungan dari masyarakat. Ini bukan hanya soal memenangkan Pilkada, tetapi soal menjaga kehormatan demokrasi,” kata mereka.

Dengan gerakan ini, Takalar diharapkan dapat menjadi contoh pelaksanaan Pilkada yang bersih dan bermartabat. Demokrasi yang sehat dan bebas dari politik uang adalah langkah penting menuju kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

 

(*)