Takalar Tancap Gas: Sepekan Menjabat, Kadis Pendidikan Luncurkan Sekolah Aman dan Nyaman

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar bergerak cepat di awal kepemimpinan Kepala Dinas, Dody Riyan Saputra. Belum genap sepekan sejak dilantik oleh Bupati Mohammad Firdaus Daeng Manye pada (23/05/2026), kebijakan strategis langsung digulirkan.

Langkah itu ditandai dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN). Dengan kebijakan ini, Takalar tercatat sebagai kabupaten pertama di lingkup Dinas Pendidikan se-Sulawesi Selatan yang menginisiasi program tersebut.

Program BSAN diarahkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, inklusif, serta bebas dari kekerasan dan perundungan. Selain itu, kebijakan ini mendorong suasana belajar yang lebih menyenangkan bagi peserta didik.

Inisiatif ini turut mendapat perhatian pemerintah pusat. Dalam kegiatan di Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), hadir perwakilan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah yang memberikan dukungan terhadap langkah Pemerintah Kabupaten Takalar.

Dody Riyan Saputra mengatakan, penerbitan SK BSAN merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat peningkatan kualitas pendidikan, sejalan dengan semangat “Takalar Cepat”.

“Takalar menjadi kabupaten pertama yang menerbitkan SK BSAN di Sulawesi Selatan. Ini bentuk komitmen Bupati Daeng Manye untuk membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman,” ujarnya, Rabu, 6 Mei 2026.

Ia juga mengapresiasi dukungan Sekretaris Daerah dan Kepala Bapperida Takalar, serta sambutan dari para kepala dinas pendidikan se-Sulawesi Selatan dalam forum tersebut.

Menurut Dody, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan kurikulum dan fasilitas, tetapi juga lingkungan yang mendukung tumbuh kembang siswa, baik secara akademik maupun karakter.

“Sekolah aman dan nyaman adalah tanggung jawab bersama, pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat,” kata dia.

Program BSAN diharapkan menjadi fondasi dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkarakter, beretika, dan berintegritas. Pemerintah Kabupaten Takalar optimistis kebijakan ini dapat mendorong lahirnya generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.

Langkah cepat ini sekaligus menegaskan arah baru transformasi pendidikan di Takalar tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga menempatkan keamanan dan kenyamanan siswa sebagai prioritas utama. (*)