TAKALAR, INDIWARTA.COM – Stasiun Meteorologi Maritim Paotere Makassar, Sulawesi Selatan, menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) di Takalar. Acara ini dibuka secara resmi oleh Bupati Takalar, Ir. H. Muhammad Firdaus Daeng Manye, di Rumah Makan Saung Deluna, Sabtu (14/6/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota Komisi V DPR RI, Drs. Hamka B. Kady, M.Si; Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Dr. Eko Prasetyo, M.T; Kepala Balai Besar MKG Wilayah IV Makassar, Irwan Slamet, S.T., M.Si; serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Takalar.
Dalam sambutannya, Bupati Takalar menyampaikan apresiasi tinggi kepada BMKG dan pihak terkait atas dipilihnya Kabupaten Takalar sebagai lokasi kegiatan SLCN. Ia menekankan pentingnya pelatihan ini bagi para nelayan.
“Sebanyak 35-40 persen masyarakat Takalar menggantungkan hidup dari laut. Mereka tidak hanya melaut di sekitar sini, tapi sampai ke Pulau Rote, Pakpak, hingga ke Tual. Dulu mereka mengandalkan cara manual, namun berkat kehadiran BMKG, kini mereka mulai mengakses informasi cuaca dan potensi perikanan secara digital,” ujar Bupati Firdaus Daeng Manye.
Ia menambahkan, pelatihan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Takalar untuk menumbuhkan ekonomi berbasis digital.
“Terima kasih kepada BMKG yang telah mendukung misi kami: Takalar Tumbuh melalui Ekonomi Digital. Dengan teknologi ini, nelayan menjadi lebih sejahtera dan aman saat melaut,” lanjutnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam sambutannya via Zoom dari Bali, menyampaikan pentingnya kolaborasi antara BMKG, nelayan, dan pemerintah daerah untuk memperkuat industri perikanan.
“Kapasitas nelayan dalam memanfaatkan informasi cuaca beresolusi tinggi masih perlu ditingkatkan. Sekolah Lapang ini menjadi solusi agar nelayan tidak hanya tahu memancing, tapi juga tahu kapan dan di mana harus melaut secara aman dan efektif,” jelasnya.
Senada dengan itu, Anggota Komisi V DPR RI, Drs. Hamka B. Kady, M.Si, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas, tapi harus diimplementasikan secara serius.
“Sekolah ini penting untuk kesejahteraan nelayan. Pesertanya masih sedikit, tapi semoga ke depan bisa ditingkatkan. Saat saya ke luar negeri, saya lihat nelayan di sana sejahtera karena pakai peralatan canggih. Kita juga harus ke arah sana,” tegas Hamka.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan para nelayan Takalar mampu mengakses dan memahami informasi cuaca maritim, sehingga dapat meningkatkan hasil tangkapan dan keselamatan kerja di laut. (*)












