TAKALAR, INDIWARTA.COM – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye membuka secara resmi kegiatan Latihan Kader II (LK II) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takalar di Ruang Seminar Kantor Bupati Takalar, Senin malam, (15/06/2026).
Kegiatan kaderisasi tingkat nasional tersebut diikuti puluhan kader HMI dari berbagai daerah. Mereka tampak memenuhi ruang seminar dengan mengenakan kemeja putih dan syal khas HMI sebagai identitas kader.
Pembukaan LK II turut dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Takalar Parawangsa, Ketua DPRD Takalar Muhammad Rijal, Anggota DPRD Takalar yang juga Presidium KAHMI Takalar Mansyur Salam, serta Ketua Bawaslu Kabupaten Takalar Nellyati.
Dalam sambutannya, Daeng Manye memperkenalkan Kabupaten Takalar kepada para peserta sekaligus memaparkan arah pembangunan daerah yang saat ini mengusung visi “Takalar Maju, Berdaya Saing Melalui Ekonomi Digital”.
Menurutnya, visi tersebut mencerminkan komitmen Pemerintah Kabupaten Takalar untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menjawab tantangan masa depan.
“Takalar ini punya visi Takalar Maju, Berdaya Saing Melalui Ekonomi Digital. Mungkin kalau saya searching, kayaknya cuma Takalar yang ada kata-kata ekonomi digital dalam visinya. Berarti kita sudah berpikiran futuristik dan harus mampu bertransformasi,” kata Daeng Manye.
Ia menilai transformasi digital merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan literasi digital masyarakat sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah.
Menurut Daeng Manye, tantangan tersebut harus dijawab secara bersama-sama oleh pemerintah, dunia pendidikan, dan generasi muda, termasuk kader HMI.
“Tantangan bagi kami adalah bagaimana menggerakkan literasi digital mulai dari bawah sampai ke hal-hal lain yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Di hadapan para peserta LK II, Daeng Manye juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang adaptif terhadap perubahan. Ia menyebut pemimpin masa depan harus mampu membaca perkembangan zaman serta menghadirkan inovasi dalam setiap tantangan yang dihadapi.
“Saya sering berbicara tentang leadership in change. Dalam perubahan yang seperti ini kita dituntut untuk kreatif. Bagaimana mengubah itu sehingga Kabupaten Takalar bisa survive, bangkit, dan punya inovasi-inovasi yang bisa dilaksanakan,” katanya.
Selain membahas transformasi digital, Daeng Manye juga menilai pelaksanaan LK II memberikan dampak positif bagi daerah karena menghadirkan peserta dari berbagai wilayah. Kehadiran mereka dinilai turut memperkenalkan potensi Takalar kepada masyarakat luar.
“Tadi saya sampaikan bahwa ini suatu hal yang menurut saya punya nilai dan manfaat bagi Takalar. Takalar jadi dikenal karena kehadiran anggota HMI yang melaksanakan training di sini,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Daeng Manye turut mempromosikan potensi wisata Takalar yang mencakup kawasan pulau, pantai, pegunungan, hingga dataran rendah. Pemerintah daerah, kata dia, terus mengembangkan dan memperkenalkan tujuh destinasi wisata unggulan, termasuk kawasan Danau Pamukkale yang mulai dikenal masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua HMI Cabang Takalar Aditya Cokaz mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Takalar terhadap pelaksanaan Intermediate Training tersebut.
Menurutnya, LK II merupakan tahapan penting dalam proses kaderisasi HMI untuk membentuk kader yang memiliki kemampuan berpikir kritis, analisis sosial, serta kapasitas kepemimpinan yang kuat.
“Kami berharap LK II ini melahirkan kader-kader HMI yang tidak hanya kuat secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kemampuan kepemimpinan dalam menjawab tantangan zaman, khususnya di era digital seperti yang menjadi visi pembangunan Kabupaten Takalar,” kata Cokaz.
Ia menambahkan, kehadiran Bupati Takalar dan unsur Forkopimda menjadi bukti dukungan terhadap proses kaderisasi mahasiswa. Menurutnya, sinergi antara organisasi kemahasiswaan dan pemerintah daerah penting untuk membangun kolaborasi dalam mendorong kemajuan daerah.
LK II HMI merupakan jenjang kaderisasi lanjutan setelah Latihan Kader I atau Basic Training. Melalui pelatihan ini, kader dibekali kemampuan intelektual, kepekaan terhadap persoalan keumatan dan kebangsaan, serta kemampuan merumuskan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
HMI Cabang Takalar berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan kader-kader yang berintegritas, memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun bangsa. (*)












