banner 728x250    

Buntut Penganiayaan, Kader UKM Olahraga UNM Dorong Kepolisian Tangkap Pelaku Lainnya Dan Minta Sejumlah Pihak Tidak Mengintervensi Korban

INDIWARTA.COM, MAKASSAR_ Dugaan pelaku kekerasan dengan tindak penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum kader SAR UNM terhadap beberapa anggota UKM Olahraga UNM yang terjadi beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Tindakan tersebut diketahui tidak berdasar dan dilakukan dibawah pengaruh alkohol setelah melewati pesta pergantian tahun, bahkan memburu korban menggunakan senjata tajam berupa sebilah parang. Kamis, 01/01/2024.

Salah seorang korban yang tidak menerima hal tersebut, kemudian melaporkan kepada pihak kepolisian, Tak berselang lama dua orang pelaku kini diamankan di polrestabes Makassar. Namun korban dan sejumlah kader UKM Olahraga UNM merasa belum puas karena masih ada pelaku lainnya yang belum diamankan. Mereka pun tidak pernah menolak upaya pihak kampus memediasi kedua belah pihak.

   

Nur Hidayatullah (Ulla ) yang merupakan mahasiswa alumni Fakultas Teknik UNM yang juga merupakan salah satu kader UKM Olahraga UNM bereaksi menanggapi hal tersebut.

“Kami tidak pernah menolak upaya pihak kampus memediasi kejadian ini, secara kelembagaan UKM Olahraga dan SAR tidak pernah ada masalah, sangat disayangkan jika ada sejumlah oknum kader yang melakukan tindakan kekerasan terlebih dilakukan dalam lingkungan kampus. Tentunya ini merupakan degradasi moral baik secara pribadi atau keorganisasian”, terang Ulla yang juga pernah menjadi fungsionaris sebagai Wapres BEM UNM.

Ulla sapaan akrabnya pun menyayangkan adanya upaya lainnya yang dianggap tidak menghormati jalur hukum yang ditempuh oleh korban, mulai dari intervensi dari sejumlah pihak termasuk pimpinan kampus. Ditengarai karena salah seorang pelaku merupakan anak seorang petinggi yang mempunyai relasi dan akses ke sejumlah pejabat kampus.

Namun dirinya dan kader lainnya mengatakan akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas, hinggan seluruh pelaku kekerasan ditangkap. Disisi lain juga, korban juga tidak mentolerir tindakan premanisme dalam kampus.

“Kami akan mengawal kasus ini dan mendorong kepolisian menangkap semua pelaku dan diproses secara hukum yang berlaku. Tidak melihat pelaku anak siapa dan punya relasi dengan pimpinan kampus”, tutup Ulla. (*)

  
error: waiit