TAKALAR, INDIWARTA.COM – Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye mengumpulkan seluruh camat, lurah, dan kepala lingkungan dalam rapat kerja yang digelar di Ruang Pola Kantor Bupati Takalar, Jumat, (19/06/2026). Pertemuan itu menjadi forum penguatan koordinasi sekaligus penegasan pentingnya loyalitas birokrasi dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Rapat yang dihadiri ratusan kepala lingkungan dari berbagai wilayah di Kabupaten Takalar tersebut berlangsung dalam suasana akrab. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk menyamakan persepsi seluruh aparat kewilayahan dalam menjalankan roda pemerintahan hingga tingkat lingkungan.
Daeng Manye mengatakan sengaja mengundang para kepala lingkungan ke Kantor Bupati sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.
“Saya sangat menghargai bapak dan ibu kepala lingkungan yang hadir di kantor bupati. Ini adalah bentuk penghargaan kepada mereka yang setiap hari berada di tengah masyarakat,” kata Daeng Manye dalam arahannya.
Menurutnya, kekuatan pelayanan publik berawal dari hubungan yang baik antaraparat pemerintahan. Karena itu, silaturahmi dan kekompakan perlu terus dibangun agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif dan berkualitas.
Ia menilai kepala lingkungan memiliki peran strategis sebagai penghubung antara pemerintah dan warga. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan masyarakat dapat lebih cepat diketahui dan ditangani.
Dalam kesempatan tersebut, Daeng Manye juga menyoroti sejumlah langkah yang telah dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan aparat kewilayahan. Salah satunya melalui sistem pembayaran honor kepala lingkungan yang kini dilakukan setiap bulan.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap aparat yang berada di garis terdepan pelayanan publik.
Selain itu, Bupati Takalar menegaskan pentingnya disiplin dan loyalitas dalam menjalankan pemerintahan. Ia meminta seluruh jajaran, mulai dari camat, lurah hingga kepala lingkungan, bekerja sesuai struktur dan garis komando pemerintahan.
“Pemerintahan harus berjalan secara terstruktur. Dari bupati, camat, lurah hingga kepala lingkungan harus memiliki arah yang sama dalam menjalankan tugas dan melayani masyarakat,” ujarnya.
Daeng Manye menambahkan, koordinasi yang kuat akan mempermudah pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Karena itu, seluruh aparat diminta fokus pada upaya perbaikan pelayanan publik dan tidak terjebak pada persoalan masa lalu.
Rapat kerja tersebut juga diisi dengan pengarahan mengenai kedisiplinan, tanggung jawab, serta peran aparat kewilayahan dalam mendukung program pembangunan daerah.
Sementara itu, Camat Mangarabombang Mappaturung menilai pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah kabupaten dan aparat kewilayahan.
“Melalui rapat kerja ini, kami mendapatkan arahan yang jelas terkait prioritas pelayanan masyarakat. Ini penting agar seluruh jajaran memiliki semangat yang sama dalam menghadirkan pelayanan yang cepat, responsif, dan menyentuh kebutuhan warga,” kata Mappaturung.
Ia berharap komunikasi yang terbangun melalui forum tersebut dapat terus berlanjut sehingga berbagai program pemerintah daerah dapat berjalan efektif hingga tingkat lingkungan.
Rapat kerja ditutup dengan sesi foto bersama antara Bupati Takalar, para camat, lurah, dan kepala lingkungan sebagai simbol komitmen bersama dalam memperkuat pelayanan publik dan mempererat koordinasi pemerintahan hingga ke tingkat paling bawah. (*)












