indiwarta MAKASSAR — Sebuah video yang memperlihatkan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, bersama jajaran pimpinan daerah tampak tertawa dan berbincang akrab di tengah Rapat Paripurna DPRD Sulsel sempat viral di berbagai platform media sosial. Video berdurasi singkat tersebut menuai beragam tanggapan dari warganet yang sebagian mengira para pejabat sedang mengabaikan jalannya persidangan yang krusial.
Menanggapi polemik yang beredar, Wagub Fatmawati Rusdi langsung memberikan klarifikasi tegas untuk meluruskan kesalahpahaman publik. Ia menjelaskan bahwa suasana cair dan tawa yang terekam kamera sama sekali tidak berkaitan dengan tindakan mengabaikan rapat, melainkan reaksi spontan atas koreksi angka keuntungan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT SAE yang dibacakan dalam sidang.
Sebelumnya, pihak Badan Anggaran (Banggar) DPRD sempat membacakan angka proyeksi keuntungan yang terlampau fantastis, yakni mencapai Rp300 miliar. Angka yang dinilai tidak masuk akal tersebut seketika langsung diralat oleh pihak terkait menjadi Rp300 juta, sehingga memicu gelora tawa dan keheranan di kursi pimpinan rapat.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berharap masyarakat dapat menyaring informasi secara bijak dan tidak lekas percaya pada potongan video yang beredar tanpa konteks yang utuh. Insiden ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya transparansi serta ketelitian dalam penyampaian data resmi agar tidak menimbulkan salah tafsir di tengah ruang publik.












