TAKALAR, INDIWARTA.COM – Dalam upaya menyelaraskan visi dan misi daerah, Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus, MM, didampingi Wakil Bupati Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., MM, menggelar Rapat Koordinasi bersama seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Rumah Jabatan Bupati Takalar, Rabu (12/3/2025).
Dalam pertemuan ini, Bupati menegaskan bahwa tantangan pemerintahan ke depan semakin berat, sehingga diperlukan tata kelola yang terbuka, transparan, dan profesional. Menurutnya, kemajuan daerah sangat bergantung pada sumber daya manusia (SDM) yang unggul serta pola pikir yang inovatif dan adaptif.
“Saya ingin Takalar semakin maju. Oleh karena itu, dari awal saya tekankan pentingnya solidaritas, totalitas, disiplin, dan fokus. Kita harus bekerja dalam satu arah dengan visi yang sama agar pembangunan di Takalar semakin berkembang,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran pimpinan OPD sebagai teladan bagi stafnya. Disiplin dan etos kerja yang baik harus menjadi budaya kerja di lingkungan pemerintahan.
Di era digital saat ini, Bupati juga mengajak seluruh jajaran pemerintahan untuk meng-upgrade pola kerja, menguasai teknologi digital, serta meningkatkan keterampilan komunikasi dan manajerial.
“Dunia kerja sudah berubah, kita harus bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Kerja yang terstruktur, efektif, dan berbasis digital adalah kunci agar kita semakin maju,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan bahwa seluruh pimpinan OPD harus memahami dan mengimplementasikan Visi Kabupaten Takalar 2025-2029: “Takalar Maju dan Berdaya Saing Melalui Ekonomi Digital”.
Visi ini mencerminkan kondisi ideal yang ingin dicapai dalam lima tahun ke depan melalui langkah strategis seperti:
✅ Pengembangan SDM unggul
✅ Tata kelola pemerintahan yang baik
✅ Peningkatan infrastruktur dan aksesibilitas
✅ Optimalisasi sumber daya alam dan pelestarian lingkungan
Dengan sinergi yang kuat dan komitmen yang tinggi, diharapkan Kabupaten Takalar dapat menjadi daerah yang maju, modern, dan mampu bersaing dalam era digital.
(*)












