TAKALAR, INDIWARTA.COM – Proyek pengadaan papan bicara di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdik) Takalar kembali menjadi sorotan. Sejak Darwis kembali menjabat sebagai kepala dinas, muncul berbagai kebijakan, termasuk proyek papan bicara untuk sekolah-sekolah tingkat dasar dan menengah pertama. Yang menjadi perhatian, harga papan bicara ini disebut-sebut cukup fantastis dan diduga menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Meski Kepala Disdik Takalar, Darwis, enggan memberikan tanggapan terkait proyek ini saat dihubungi via WhatsApp pada Jumat (21/3/2025), sejumlah sumber di sekolah membenarkan bahwa papan bicara tersebut merupakan produk dari Disdik.
Seorang sumber terpercaya di salah satu sekolah di Takalar mengungkapkan, harga satu papan bicara mencapai Rp550.000. Dana pengadaannya pun diduga bersumber dari BOS.
“Saya heran, sejak dulu sampai sekarang sekolah selalu jadi objek bisnis,” ujar sumber tersebut dengan nada kecewa.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Rahmadi Kulle, yang coba dihubungi untuk dimintai keterangan, tidak dapat dihubungi karena selalu berada di luar jangkauan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Disdik Takalar terkait proyek ini.
Sementara itu, pertanyaan besar masih menggantung: apakah penggunaan dana BOS dalam proyek ini sesuai aturan, atau justru menjadi beban bagi sekolah-sekolah yang harus mengalokasikan anggaran untuk sesuatu yang bukan prioritasutama?
(*/Fathir K7)












