HMI Takalar Kecam Dugaan Represif Aparat terhadap Massa Aksi di Makassar, Ancam Konsolidasi Se-Sulsel

Pangeran Athar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Takalar mengecam dugaan tindakan represif aparat kepolisian terhadap kader HMI yang mengikuti aksi unjuk rasa di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Senin malam, (29/06/2026).

Ketua HMI Cabang Takalar, Aditya, menyebut dugaan tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip demokrasi dan hak konstitusional warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Menurut dia, setiap dugaan penggunaan kekerasan terhadap massa aksi harus diusut secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami mengecam keras dugaan tindakan represif yang tidak manusiawi terhadap kader HMI yang sedang menyampaikan aspirasi. Negara menjamin kebebasan berpendapat, sehingga segala bentuk tindakan yang mengarah pada kekerasan terhadap massa aksi harus diusut secara transparan dan dipertanggungjawabkan,” kata Aditya, Senin.

Ia menegaskan, apabila dugaan pelanggaran tersebut tidak ditangani secara cepat, profesional, dan tegas oleh pihak berwenang, HMI Cabang Takalar akan mendorong konsolidasi bersama kader HMI di seluruh Sulawesi Selatan.

“Jika dampak nyata kemunduran demokrasi ini tidak ditangani secara cepat dan tegas, maka kami memastikan seluruh kader HMI di Sulawesi Selatan akan bergerak melakukan aksi di Polres masing-masing sebagai bentuk solidaritas dan perjuangan menjaga demokrasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) HMI Cabang Takalar, Muh. Waliyullah, mengatakan organisasinya segera menggelar konsolidasi internal setelah menerima informasi mengenai dugaan tindakan represif tersebut.

“Saat kami mendengar informasi ini, kami langsung mengumpulkan kader-kader untuk berkonsolidasi. Kami sedang menyatukan langkah untuk menentukan sikap organisasi sebagai bentuk respons atas dugaan tindakan represif terhadap kader HMI,” katanya.

HMI Cabang Takalar mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan tindakan represif itu secara objektif, profesional, dan transparan. Organisasi tersebut juga mengajak seluruh pihak menjaga nilai-nilai demokrasi, supremasi hukum, serta menghormati hak konstitusional setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat secara damai.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan tindakan represif yang disampaikan HMI Cabang Takalar.