Jembatan Nyaris Roboh di Takalar: Warga Tana Tana Pertaruhkan Nyawa Setiap Hari

Pangeran Athar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Warga Lingkungan Tana Tana, Kelurahan Canrego, Kecamatan Polsesl, Kabupaten Takalar, menghadapi kondisi yang mengkhawatirkan setiap hari. Satu-satunya jembatan penghubung di desa mereka kini nyaris ambruk dan tak layak digunakan. Namun, hingga kini, tak ada tindakan nyata dari pemerintah untuk memperbaikinya.

Rusaknya jembatan ini disebabkan oleh luapan air sungai beberapa waktu lalu. Akibatnya, struktur kayu semakin lapuk, besi penyangga nyaris patah, dan lubang besar menganga di berbagai bagian jembatan. Meski berisiko tinggi, warga tak punya pilihan lain selain tetap menggunakannya untuk beraktivitas.

Anak-anak sekolah, petani, hingga pedagang kecil setiap hari mempertaruhkan nyawa mereka saat melintasi jembatan tersebut. Beberapa warga bahkan telah terjatuh, tetapi laporan dan permohonan perbaikan yang diajukan ke pemerintah kelurahan dan kabupaten seolah tak mendapat tanggapan.

“Kami sudah lama mengeluhkan kondisi ini, tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Apakah harus ada yang meninggal dulu baru diperbaiki?” ujar Andi Daeng, salah satu warga setempat dengan nada kecewa.

Ironisnya, di saat anggaran pembangunan infrastruktur di daerah lain terus berjalan, warga Lingkungan Tana Tana justru merasa dianaktirikan. Kini, harapan satu-satunya hanya pada desakan berbagai pihak agar pemerintah segera mengambil langkah nyata sebelum jembatan ini benar-benar memakan korban jiwa.

 

(*/Fathir)