TAKALAR, INDIWARTA.COM – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Jumaldi (16), remaja asal Dusun Lakatong, Desa Bontomanai, Kecamatan Mangngarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan. Ia meninggal dunia setelah ditabrak oleh seorang pejalan kaki di Jalan Poros Trans Sulawesi, tepatnya di Jalan Ranggong Dg Romo, Panaikang, Kecamatan Pattalassang, pada Selasa (8/4/2025), saat membonceng sang nenek.
Jumaldi bukanlah remaja biasa. Meski masih duduk di bangku kelas 2 SMK, ia sudah memikul tanggung jawab besar sebagai tulang punggung keluarga. Menurut keluarganya, ia bekerja sepulang sekolah mengojek, mencari dan menjual ikan semata-mata demi membantu adik-adiknya dan nenek tercinta yang telah merawatnya sejak kecil.
“Dia anak yang tidak pernah mengeluh, rajin, dan penuh tanggung jawab. Setelah orang tuanya berpisah, dia tidak tinggal diam. Dia bantu biaya hidup adik-adiknya dan juga nenek,” ujar Darmawati Daeng Ngasseng, tante Jumaldi, sambil menahan tangis, Selasa (15/4/2025).
Jumaldi adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Sejak kecil, ia bersama adik-adiknya tinggal bersama sang nenek karena kedua orang tuanya telah berpisah dan membentuk keluarga baru masing-masing. Ibunya saat ini bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia, sementara ayahnya tinggal di Morowali, Sulawesi Tengah.
Lebih dari sekadar pekerja keras, Jumaldi juga dikenal sebagai sosok yang ceria, ringan tangan, dan penuh kepedulian. Ia selalu menyempatkan diri membantu om dan tantenya serta tak pernah malu dengan pekerjaan apa pun demi mencukupi kebutuhan keluarga.
Namun, kepergiannya yang mendadak menyisakan banyak tanya. Keluarga mengaku telah melihat rekaman CCTV yang memperlihatkan adanya dugaan kesengajaan dalam insiden tersebut. Mereka merasa ada kejanggalan dan meminta kepolisian bertindak cepat serta transparan dalam menangani kasus ini.
“Kami curiga ada unsur kesengajaan. Kenapa pejalan kaki itu tiba-tiba menabrakkan diri? Kalau tidak bersalah, kenapa dia melarikan diri? Kami ingin keadilan untuk Jumaldi,” tegas Darmawati.
Hingga kini, keluarga terus mendesak pihak berwajib agar mengusut tuntas kasus ini dan menangkap pelaku yang diduga bertanggung jawab atas kematian Jumaldi.
(*/Red)












