Kasus Suspek Campak Melonjak di Takalar, Ratusan Pasien Tercatat Awal 2026

Pangeran Athar

Dinkes sebut lonjakan dipicu mobilitas antarwilayah; pasien dari Gowa dan Jeneponto ikut mendominasi.

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Dinas Kesehatan Kabupaten Takalar mencatat lonjakan signifikan kasus suspek campak pada awal 2026. Dalam kurun Januari hingga Maret, ratusan kasus dilaporkan dari sejumlah fasilitas kesehatan, dengan pasien tidak hanya berasal dari Takalar, tetapi juga dari daerah tetangga.

Kepala Dinas Kesehatan Takalar, dr. Nilal Fauziah, mengungkapkan data tersebut saat ditemui di kantornya di Jalan H. Padjonga Daeng Ngalle, Selasa, (14/04/2026). Saat itu, ia tengah mengikuti rapat virtual bersama jajaran internal didampingi Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Hajil Muhammad.

Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah kasus suspek campak di RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle mencapai 118 kasus selama tiga bulan pertama 2026. Dari angka tersebut, 81 kasus berasal dari Takalar, 16 kasus dari Gowa, dan 20 kasus dari Jeneponto.

Sementara itu, di rumah sakit swasta RS Maryam Citra Medika, tercatat tambahan kasus dengan rincian 30 pasien asal Takalar, 27 dari Gowa, dan 11 dari Jeneponto.

Nilal mengatakan, tingginya jumlah pasien dari luar daerah mencerminkan mobilitas masyarakat antarwilayah yang cukup tinggi, terutama di kawasan perbatasan kabupaten.

“Ini menunjukkan mobilitas masyarakat cukup tinggi, sehingga fasilitas kesehatan di Takalar menjadi rujukan terdekat,” ujarnya.

Kepala Bidang P2P, Hajil Muhammad, menambahkan bahwa kondisi ini berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2025, tidak ditemukan lonjakan kasus serupa.

Menurut dia, faktor geografis menjadi salah satu penyebab tingginya pasien dari luar daerah. Wilayah perbatasan antara Takalar dengan Gowa dan Jeneponto memudahkan akses masyarakat untuk berobat ke fasilitas kesehatan di Takalar.

“Sebagian besar pasien berasal dari kecamatan perbatasan,” kata Hajil.

Dinas Kesehatan memastikan akan terus memperkuat pemantauan dan pelacakan kasus guna menekan potensi penyebaran. Upaya pencatatan dan koordinasi antar fasilitas kesehatan juga ditingkatkan untuk memastikan penanganan berjalan optimal.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala campak serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami tanda-tanda penyakit.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas layanan kesehatan di tengah meningkatnya kasus penyakit menular tersebut. (*)