TAKALAR, INDIWARTA.COM – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dari Fraksi Golkar, Lukman B Kady menggelar kegiatan pengawasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) di Kelurahan Takalar, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Sabtu, (23/05/2026).
Kegiatan itu berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Warga menyambut antusias kedatangan legislator Sulsel tersebut yang dinilai dekat dengan masyarakat Takalar Lama.
Hadir dalam kegiatan itu Lurah Takalar Supriadi, Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, serta tim HBK-LBK. Dalam forum tersebut, warga memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan langsung berbagai kebutuhan pembangunan di wilayah mereka.
Lurah Takalar, Supriadi, yang akrab disapa Daeng Siatang, mengatakan masyarakat berharap ada perhatian serius terhadap infrastruktur lingkungan, terutama jalan lorong di Takalar Lama yang disebut sudah puluhan tahun belum tersentuh pembangunan.
“Kami meminta kepada Pak Dewan agar aspirasi masyarakat terkait perbaikan jalan lorong di Lingkungan Takalar Lama bisa diaspal, mengingat sudah lebih 20 tahun tidak pernah lagi tersentuh,” ujar Supriadi di hadapan warga.
Permintaan itu langsung mendapat respons dari masyarakat yang hadir. Mereka berharap kegiatan pengawasan APBD tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu menghadirkan solusi nyata terhadap kebutuhan warga.
Di hadapan masyarakat, Lukman B Kady mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Takalar Lama. Ia menyebut wilayah tersebut bukan tempat yang asing baginya.
“Ini kampung saya, saya pernah tinggal di sini. Tentunya apa yang dibutuhkan masyarakat, insyaallah kami akan perjuangkan,” kata Lukman disambut tepuk tangan warga.
Menurut dia, kegiatan pengawasan APBD merupakan momentum untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat agar program pembangunan benar-benar menyentuh kepentingan warga.
Lukman juga menekankan pentingnya menjaga hubungan antara wakil rakyat dan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun daerah secara bersama-sama.
Dalam suasana santai, warga tampak aktif berdialog terkait persoalan lingkungan hingga harapan pembangunan di masa mendatang. Kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi bersama dan foto bersama warga sebagai simbol kedekatan antara legislator dan masyarakat Takalar Lama.
(*)












