Komisi VII DPR RI Tinjau Industri Persepatuan (BPIPI): H. Achmad Daeng Se’re, Fraksi Nasdem Dorong Sinergi untuk Majukan Produk Lokal

JAKARTA, INDIWARTA.COM – Dalam rangka kunjungan kerja masa reses, Komisi VII DPR RI melakukan peninjauan langsung ke Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) yang berada di bawah Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian, pada Senin, 14 April 2025.

Kunjungan yang dipimpin oleh Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, H. Achmad Daeng Se’re, S.Sos., M.AP., ini bertujuan untuk melihat dari dekat proses pemberdayaan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di sektor persepatuan, serta mengevaluasi sejauh mana program-program pemerintah dalam mendukung industri nasional berjalan efektif.

Dalam kesempatan tersebut, para anggota dewan mengunjungi berbagai fasilitas pelatihan dan produksi yang ada di BPIPI, sekaligus menyimak langsung inovasi dan teknologi yang tengah dikembangkan untuk meningkatkan daya saing industri persepatuan Indonesia.

Tak hanya itu, dialog terbuka pun digelar antara anggota Komisi VII dengan para pelaku industri. Sejumlah isu strategis mengemuka, mulai dari akses bahan baku, peningkatan keterampilan SDM, hingga tantangan dalam memperluas pasar produk lokal.

H. Achmad Daeng Se’re menekankan pentingnya sinergi yang kuat antara lembaga legislatif dan eksekutif untuk mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. “Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang baik, industri persepatuan nasional bisa lebih maju dan mampu menembus pasar global. Ini juga menjadi peluang besar dalam menciptakan lapangan kerja baru,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah awal untuk merumuskan kebijakan yang berpihak pada penguatan sektor IKM sebagai bagian penting dari upaya pemulihan ekonomi nasional.

Dengan dukungan dari DPR RI, diharapkan BPIPI dan industri persepatuan nasional dapat terus berkembang, menghadirkan produk-produk berkualitas tinggi yang tidak hanya unggul di dalam negeri, tetapi juga kompetitif di pasar internasional.

(*/Red)