TAKALAR, INDIWARTA.COM – Sejumlah lurah di Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, mengeluhkan sulitnya berkomunikasi dengan camat setempat. Mereka menilai koordinasi kerja tidak berjalan optimal karena pimpinan kecamatan kerap tidak berada di kantor saat dibutuhkan.
Keluhan ini terutama berkaitan dengan urusan administratif, termasuk penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Para lurah mengaku sering datang ke kantor kecamatan untuk berkonsultasi, namun hanya bertemu dengan sekretaris kecamatan.
“Sering kali kami datang untuk koordinasi sekaligus konsultasi terkait SKP, tapi yang ditemui hanya sekretaris kecamatan,” ujar seorang lurah yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kekecewaan para lurah semakin menguat setelah camat disebut tidak menghadiri dua agenda apel rutin hari Senin. Padahal, menurut mereka, kehadiran pimpinan dalam apel dinilai penting untuk memberikan arahan dan evaluasi langsung kepada jajaran.
Di sisi lain, camat dinilai aktif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor kelurahan. Namun, langkah tersebut dianggap tidak sejalan dengan kondisi pelayanan di kantor kecamatan.
“Untuk apa sidak kalau pelayanan di kecamatan belum maksimal. Kalau kami tidak ada di kantor saat sidak, bukan berarti kami tidak bekerja,” kata lurah lainnya.
Para lurah menjelaskan, pada saat sidak berlangsung, mereka kerap berada di kantor kecamatan untuk keperluan koordinasi. Situasi ini dinilai memunculkan kesan saling menyalahkan antara pimpinan dan bawahan.
Mereka juga menegaskan bahwa pelayanan di tingkat kelurahan tetap berjalan meski lurah tidak berada di tempat, karena tugas pelayanan dapat dijalankan oleh sekretaris lurah.
“Kalaupun kami tidak ada, masih ada sekretaris lurah. Jadi jangan seolah-olah bawahan selalu disalahkan,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Camat Pattallassang, Bansuhari Said, memberikan penjelasan terkait ketidakhadirannya dalam apel. Ia menyebut kondisi kesehatan menjadi salah satu penyebab.
“Senin kemarin saya lagi sakit, tapi tetap melayani masyarakat di rumah, walau sedang tidak baik-baik saja,” kata Bansuhari saat dihubungi melalui WhatsApp, Rabu, 22 April 2026.
Ia juga membantah anggapan bahwa dirinya tidak masuk kantor dalam waktu lama. Menurut dia, keterlambatan sempat terjadi, namun aktivitas pemerintahan tetap berjalan.
“Senin sebelumnya saya terlambat apel, tapi tetap masuk kantor. Alhamdulillah hari ini sudah full berkantor, bahkan sempat berkantor di tiga kelurahan. Kalau dibilang dua minggu tidak masuk kantor, itu tidak benar,” ujarnya.
(Red)












