Korban Pengeroyokan Harus di Operasi: Satu Pelaku Diamankan Polres Takalar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Kekerasan jalanan kembali terjadi di Kabupaten Takalar. Seorang pemuda bernama Muh Iksan Saputra (23), warga Kecamatan Pattallassang, harus dilarikan ke RSUD H. Padjonga Dg. Ngalle usai dikeroyok secara brutal oleh tiga orang tak dikenal pada Senin dini hari, 22 Juli 2025, di kawasan Patung Jagung Pari’risi.

Akibat pengeroyokan tersebut, Iksan mengalami luka parah. Tulang lengan kirinya patah, wajahnya dipenuhi memar, dan gigi depannya goyah. Ia kini tengah menjalani perawatan intensif dan membutuhkan operasi segera.

“Anak saya terus mengerang kesakitan. Dia harus dioperasi, tapi kami terkendala biaya, meski punya BPJS,” ungkap Sudirman Dg Nassa, ayah korban, saat ditemui wartawan pada Selasa (29/7/2025), dengan nada lirih penuh kesedihan.

Menurut pengakuan korban, insiden bermula ketika ia dihadang oleh tiga pria berboncengan motor. Tanpa alasan yang jelas, salah satu pelaku langsung menyeruduk kepala Iksan dengan keras hingga terjatuh. Tak berhenti di situ, pelaku juga menendang mulut korban dengan lutut dan memelintir tangannya hingga patah.

Aksi kekerasan itu terekam jelas dalam rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Keluarga korban pun mendesak aparat kepolisian segera menangkap semua pelaku.

“Satu pelaku katanya sudah ditangkap. Kami minta semuanya segera diamankan dan dihukum setimpal,” tegas Dg Nassa.

Polres Takalar telah menerima laporan kejadian tersebut dengan Nomor: STTPL/B/186/VII/2025/SKPT/POLRES TAKALAR/POLDA SULSEL. Para pelaku dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan.

Kasat Reskrim Polres Takalar, AKP Hatta, membenarkan bahwa satu orang terduga pelaku telah diamankan, sementara dua lainnya masih diburu.

“Benar, satu pelaku sudah kami amankan. Identitas dua lainnya sudah kami kantongi dan saat ini dalam pengejaran,” jelas AKP Hatta.

Pihak keluarga korban berharap proses hukum berjalan transparan dan cepat, agar keadilan bisa ditegakkan dan tidak ada lagi korban serupa di kemudian hari. (*)