Korban Penipuan Ungkap Uang Rp150 Juta Ditransfer ke Rekening Legislator PKB Takalar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Seorang warga Takalar bernama Abd. Hakim Akbar resmi melaporkan salah satu oknum anggota DPRD Takalar berinusil S bersama suaminya berinisial HS.

Inisial S” yang diketahui Anggota DPRD Takalar berasal dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ke Polres Takalar atas dugaan tindak pidana penipuan.

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi Nomor: STTLP/174/VI/2025/SPKT/POLRES TAKALAR/POLDA SULAWESI SELATAN dan Laporan Polisi Nomor: LP/B/173/VI/2025/SPKT/POLRES TAKALAR/POLDA SULAWESI SELATAN tertanggal 4 Juli 2025 pukul 15.02 WITA.

Abd. Hakim Akbar mengungkapkan bahwa dirinya dijanjikan kerja sama bisnis pembelian BBM jenis solar di Palopo dengan iming-iming keuntungan 10 persen per pengiriman ke salah satu perusahaan tambang di Morowali.

“Terjadi dugaan penipuan. Saya dibujuk untuk investasi pembelian solar dengan janji keuntungan. Saya sempat percaya dan mentransfer uang total Rp150 juta ke rekening pribadi anggota dewan tersebut,” ujar Abd. Hakim (16/7/2025).

Ia merinci total uang yang ditransfer dilakukan dalam beberapa tahap. “Transfer pertama Rp50 juta, kedua Rp24 juta, ketiga Rp26 juta, kemudian Rp30 juta, dan terakhir Rp20 juta. Semua saya kirim ke rekening pribadi anggota dewan itu,” jelasnya.

Namun, setelah dana diserahkan, janji keuntungan tidak kunjung terealisasi. Korban pun beberapa kali mencoba menemui yang bersangkutan, namun tidak mendapatkan kejelasan.

Karena merasa tertipu, Abd. Hakim berharap laporan yang ia buat di Polres Takalar segera ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku. Kasus ini dilaporkan dengan dugaan melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Perbuatan Curang sebagaimana diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

Sementara itu, upaya konfirmasi wartawan terhadap anggota DPRD yang bersangkutan belum membuahkan hasil. Saat mendatangi ruang komisi di Kantor DPRD Takalar, beberapa anggota dewan lain menyebutkan bahwa yang bersangkutan belum masuk kantor.

“Anggota DPRD belum masuk kantor,” ujar salah satu anggota DPRD Takalar yang enggan disebutkan namanya.

Suami Anggota Dewan berinisial HS juga belum berhasil dikonfirmasi.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak oknum anggota dewan yang dilaporkan belum memberikan klarifikasi resmi. (*)