SULSEL  

Kreativitas Eco-Waste Mewarnai Perubahan Positif di Desa Leppangan, Kabupaten Majene Sulawesi Barat

Pangeran Athar

MAJENE, INDIWARTA.COM – Desa Leppangan merupakan sebuah permukiman di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Saat ini mengalami gebrakan positif melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang di gelar oleh Dosen Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (UNM).

Kegiatan Pengabdian ini, berlangsung di Desa Leppangan, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene Sulawesi Barat, Sabtu, 11 Mei 2024 lalu.

Para Dosen UNM itu, menggelar pelatihan bagi warga setempat tentang teknik pengelolaan limbah yang ramah lingkungan.

Kegiatan Pengabdian ini bertajuk “Kreativitas Eco-Waste,”.

Dibawah pimpinan, Ahmad Wahidiyat Haedar, bersama anggota pengabdian lainnya, mereka sekaligus menyoroti pentingnya peran komunitas dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Ir. Furqan Ali Yusuf, salah satu anggota tim, menekankan bahwa, tujuan utama kegiatan ini adalah memberdayakan masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar melalui praktek-praktek kreatif.

“Pengabdian kepada masyarakat ini juga sekaligus melibatkan pelatihan bagi warga setempat, tentang teknik pengelolaan limbah yang ramah lingkungan,” terang Furqan Ali Yusuf saat di lansir, Rabu 14 Agustus 2024.

Sementara Ir. Rahmat Rizal, menjelaskan bahwa dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, diharapkan masyarakat dapat menjadi agen perubahan dalam memperlakukan limbah secara bertanggung jawab.

“Kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat, sekaligus masyarakat juga bisa menjadi agen perubahan menjaga lingkungan sekitar,” ujarnya.

Sementara, Nahridzah Mahjubuh Shiber, menambahkan bahwa, melalui kreativitas Eco-Waste, masyarakat Desa Leppangan tidak hanya mampu mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan, tetapi juga dapat membuka peluang ekonomi baru.

“Semoga ini bisa menginspirasi bagi daerah-daerah lain untuk mengadopsi praktik yang sama, menciptakan dampak positif yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat,” terang Nahridzah Muhjubuh Shiber.

Di ketahui, kegiatan ini tidak hanya sekadar mengelola limbah, tetapi juga menciptakan nilai tambah dari limbah tersebut.

Salah satu terobosan yang menonjol adalah pengolahan sampah plastik menjadi barang-barang kerajinan yang bernilai jual tinggi.

Penanggung jawab kegiatan tersebut adalah, Ahmad Wahidiyat Haedar, S.Pd., M.Pd., bersama anggota pengabdian lainnya seperti Ir. Furqan Ali Yusuf, S.Pd., M.Eng., IPM., Ir. Rahmat Rizal, S.Pd., M.T., dan Nahridzah Mahjubuh Shiber, S.T., M.Arts. (*)