Lapas Takalar Perkuat Standar Higiene Dapur, Warga Binaan Dibekali Keahlian Keamanan Pangan

Pangeran Athar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar meningkatkan standar keamanan pangan dengan menggelar pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji dan Higiene Sanitasi Depot Air Minum bagi petugas dapur dan warga binaan. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (16/7/2026) itu dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kabupaten Takalar.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah makanan serta mengelola air minum sesuai standar higiene dan sanitasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Takalar untuk memastikan layanan konsumsi bagi warga binaan tetap memenuhi aspek kesehatan dan keamanan.

Kepala Lapas Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, mengatakan pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas layanan dapur, tetapi juga menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan setelah kembali ke masyarakat.

“Kami ingin memastikan seluruh proses pengolahan makanan, mulai dari memasak hingga penyajian, berjalan sesuai standar kebersihan. Makanan yang sehat akan mendukung kesehatan warga binaan sehingga mereka dapat mengikuti program pembinaan dengan optimal,” ujar Andi Gunawan.

Menurutnya, penerapan standar higiene secara konsisten merupakan bagian dari komitmen Lapas Takalar dalam memberikan pelayanan yang layak sekaligus menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat.

Sementara itu, Kepala Labkesda Kabupaten Takalar, Djumriah, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut juga menjadi tahapan penting bagi peserta untuk memperoleh Sertifikat Penjamah Makanan sekaligus mendukung penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi dapur Lapas Takalar.

“Pelatihan ini membekali peserta dengan prinsip-prinsip keamanan pangan dan pengelolaan depot air minum yang benar. Harapannya, seluruh standar higiene sanitasi dapat diterapkan secara berkelanjutan,” kata Djumriah.

Selama pelatihan, peserta menerima materi mengenai kebijakan keamanan pangan, teknik penanganan makanan yang aman, pengelolaan depot air minum, hingga tata cara pengambilan sampel untuk menjaga kualitas makanan dan air minum. Materi tersebut diharapkan mampu meminimalkan risiko kontaminasi silang dan meningkatkan kualitas pelayanan di lingkungan Lapas.

Salah seorang warga binaan berinisial RD mengaku mendapatkan pengalaman baru yang dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

“Ilmu yang kami peroleh sangat bermanfaat, bukan hanya selama berada di Lapas, tetapi juga sebagai bekal ketika kami bebas nanti,” tuturnya.

Melalui pelatihan ini, Lapas Kelas IIB Takalar menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan pemasyarakatan, sekaligus memperkuat pembinaan kemandirian warga binaan melalui keterampilan yang memiliki nilai guna di masa depan. (*)