BULUKUMBA, INDIWARTA.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah sebagai upaya peningkatan gizi dan kesehatan pelajar kembali menjadi sorotan publik. Di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, muncul dugaan bahwa makanan yang disalurkan kepada siswa di dua sekolah ditemukan dalam kondisi tidak layak konsumsi.
Temuan ini mencuat dari SMP Negeri 2 Bulukumba dan SD Negeri 221 Tanah Kongkong. Informasi yang dihimpun dari media menyebutkan bahwa makanan yang seharusnya menjadi penunjang gizi anak-anak justru berpotensi mengganggu kesehatan mereka.
Menanggapi hal ini, Kerukunan Keluarga Mahasiswa Bulukumba (KKMB) Unismuh Makassar menyatakan sikap keras. Ketua KKMB, Jadit, mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa dalam waktu dekat serta melaporkan temuan ini secara resmi ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan.
“Kami mendesak Kejati Sulsel untuk segera memeriksa pihak penyedia program MBG yang diduga menyalurkan makanan basi di dua sekolah tersebut. Selain itu, perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh penyedia MBG di Kabupaten Bulukumba,” ujar Jadit kepada pewarta, Jumat (23/5/2025).
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bulukumba, dr. Amrullah, saat dikonfirmasi menyebut bahwa ada laporan siswa yang muntah, namun sudah dalam kondisi baik. “Saya sudah telpon orang tuanya, katanya tidak apa-apa. SPPI juga menjelaskan bahwa nasinya bukan basi, hanya terlalu lembek karena digoreng setelah dimasak,” terangnya via pesan singkat.
Program MBG selama ini diharapkan menjadi solusi pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Namun, dugaan lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan di lapangan justru memicu kekhawatiran publik akan keamanan dan kualitas makanan yang dikonsumsi siswa.
Polemik ini memperkuat tuntutan masyarakat agar pengelolaan program strategis seperti MBG dilakukan dengan pengawasan ketat dan transparansi demi keselamatan generasi muda.
(*/Red)












