MAKASSAR, INDIWARTA.COM – Dalam mempererat jalinan silaturrahmi, pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, tahun 1446 H/2024 M di Masjid Jami’ Al-Ittihad, Jalan Toddopuli VII kota Makassar, Minggu (29/09/2024).
Hadir pula dalam kegiatan, Ketua Masjid Jami’ Al-Ittihad H. Andi Muhammad Gunawan, Lurah Borong Andi Arfan A. Idjo, ST, Babinsa, Babinkamtibmas, Ustad Dr. Abd. Rojak, SH, MH, MA, tokoh masyarakat, pengurus takmir masjid dan warga kelurahan Borong.
Berbagai rangkaian acara dilaksanakan, diantaranya pembacaan ayat suci Al-Quran, hiburan islami dari Majelis Taklim, kata sambutan, ceramah, penyerahan hadiah lomba shalawat, dan lainnya. Kegiatan dibawakan oleh moderator Sukmawati Sukardi.
Ketua Masjid Jami’ Al-Ittihad H. Andi Muhammad Gunawan, mengatakan, bahwa dengan terselenggaranya maulid ini menciptakan kebersamaan, silaturrahmi yang erat dan terutama bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Terimakasih atas kehadiran bapak ibu dalam kegiatan maulid ini. Tak lupa juga terimakasih kehadiran Lurah Borong, Babinsa, Babinkamtibmas, tokoh masyarakat, pengurus takmir masjid dan warga kelurahan Borong,” kata Andi Muhammad Gunawan.
Lurah Borong Andi Arfan A. Idjo, ST, melalui sambutannya, menjelaskan, bahwa pelaksanaan maulid ini adalah yang sangat luar biasa.
“Ini hal yang sangatlah luar biasa. Salut kepada panitia atas kerja kerasnya dengan terselenggaranya acara ini. Selaku pemerintahan di kelurahan Borong, semoga terciptanya kebersamaan dan silaturrahmi yang kuat, memperkuat keimanan dan juga ketertiban serta keamanan bersama,” ujar Andi Arfan.
Sedangkan Ustad Dr. Abd. Rojak, SH, MH, MA, dalam ceramahnya mengatakan, bershalawat dengan rutin agar terciptanya keimanan yang kuat
“Semua bershalawat kepada Nabi, walaupun malaikat. Yang bershalawat satu akan dibayar sepuluh. Siapa saja ummatku yang mau panjang umur, kata Nabi, adalah menjaga hubungan silaturrahmi dengan baik. Intinya dalam pelaksanaan maulid ini, adalah saling menghargai dan bermaulidlah dengan cara masing-masing, yang sesuai syariah dan sesuai dengan syi’ar,” terangnya. (*/Arman)












