TAKALAR, INDIWARTA.COM – Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (Harling) yang digelar Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo berlangsung meriah dan penuh pesan penting. Mengusung tema “Ending Plastic Pollution” atau “Mengakhiri Polusi Plastik”, kegiatan ini sukses menarik perhatian masyarakat dan para pemangku kepentingan, termasuk Anggota DPRD Takalar dari Fraksi PKS, Muh. Ibrahim Bakri, S.Pi., yang turut hadir dan menyampaikan apresiasi mendalam terhadap inisiatif tersebut. Acara puncak digelar di Dusun Puntondo, Desa Laikang, Kecamatan Mangarabombang, Rabu (11/6/2025).
Dalam sambutannya, Muh. Ibrahim Bakri menyatakan bahwa persoalan sampah plastik merupakan tantangan serius yang harus dihadapi bersama. Menurutnya, kegiatan yang dilakukan oleh PPLH Puntondo sangat relevan dan patut dijadikan contoh, terutama karena mampu menyentuh akar persoalan melalui edukasi langsung ke masyarakat.
“Lingkungan yang sehat akan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Apa yang dilakukan PPLH Puntondo ini adalah bentuk tanggung jawab sosial yang luar biasa. Ini bukan sekadar seremoni, tapi gerakan nyata,” ujar Ibrahim.
Rangkaian Harling tahun ini berlangsung selama tiga hari dan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Salah satu kegiatan yang paling menyita perhatian adalah lomba kebersihan pekarangan yang diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga. Kegiatan ini tidak hanya menumbuhkan kesadaran kebersihan, tapi juga memperkuat semangat gotong-royong dan mempererat hubungan sosial antarwarga.
Acara puncak turut dihadiri Wakil Bupati Takalar H. Dr. H. Hengky Yasin, S.Sos., M.M., Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Takalar Ibu Dewi Firdaus, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP), Hotel Mercure, Tribun Timur, aktivis lingkungan, serta masyarakat Dusun Puntondo yang hadir dengan penuh antusias.
Peringatan Harling di Puntondo menjadi pengingat bahwa menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah. Konsistensi PPLH Puntondo dalam menyuarakan dan mengedukasi tentang isu lingkungan menjadi bukti bahwa komunitas lokal mampu menjadi motor perubahan.
Muh. Ibrahim Bakri berharap kegiatan serupa bisa terus dilakukan dan menjalar ke wilayah lain, agar semangat menjaga bumi tetap menyala dari desa hingga kota. (*)












