TAKALAR, INDIWARTA.COM – Suhu politik jelang Musyawarah Cabang (Muscab) Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Takalar kian memanas. Seiring makin dekatnya waktu pelaksanaan yang direncanakan pada Juli mendatang, sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat ketua. Namun, salah satu yang paling disorot dan dinilai memiliki peluang besar adalah Kepala Desa Tamasaju, Abdul Asis Daeng Nyampa.
Dukungan terhadap Abdul Asis kian menguat. Terbaru, sebanyak 30 kepala desa dari wilayah Galesong Raya yang meliputi Kecamatan Galesong Selatan, Galesong Kota, dan Galesong Utara secara terbuka menyatakan sikap mendukungnya.
“Alhamdulillah, dukungan terus mengalir. Selain dari Galesong Raya, kami juga mendapat simpati dari sejumlah kepala desa di luar wilayah itu,” ujar Abdul Asis kepada RakyatSulsel, Kamis (26/6).
Tak tanggung-tanggung, Abdul Asis menyebut bahwa saat ini sekitar 75 persen kepala desa se-Kabupaten Takalar telah menunjukkan dukungan. Angka ini membuatnya menjadi kandidat dengan basis kekuatan politik yang cukup solid.
“Jika diberi amanah, saya siap memperjuangkan aspirasi dan meningkatkan kesejahteraan teman-teman kepala desa se-Takalar. Ini bukan soal jabatan, tapi komitmen membangun solidaritas dan kerja sama antar desa,” tegasnya.
Meski demikian, Muscab Apdesi Takalar diprediksi tidak akan berjalan mulus begitu saja. Beberapa kandidat lain juga telah menyatakan kesiapannya untuk bersaing. Mereka di antaranya:
• Parawangsa, Kepala Desa Kale Ko’mara (Polongbangkeng Utara)
• Suardi, Kepala Desa Patani (Mappakasunggu)
• Muhammad Aksin Suarso, Kepala Desa Bontokassi
Kehadiran beberapa figur potensial ini menambah tensi politik menjelang Muscab, membuat proses pemilihan diprediksi akan berlangsung dinamis, kompetitif, dan sarat strategi antar wilayah.
Sementara itu, tokoh senior kepala desa yang juga Kepala Desa Paddinging, Darwis atau akrab disapa Tetta Nawang, berharap agar pemimpin yang terpilih nantinya benar-benar memiliki komitmen kuat terhadap kemajuan desa.
“Kami butuh sosok pemimpin yang bukan hanya populer, tapi juga punya visi dan keberanian untuk memperjuangkan hak-hak kepala desa serta memperkuat kelembagaan desa,” tegasnya.
Muscab Apdesi Takalar 2025 bukan sekadar ajang pemilihan organisasi, namun juga menjadi momen strategis menentukan arah pembangunan desa dan kepemimpinan grassroots untuk lima tahun ke depan. (*)












