PERAK Telisik Dugaan Pungli Guru Honorer Kemenag Berkedok Workshop di Makassar 

editor

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Dugaan pungutan berkedok Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) PAUD/TK yang melibatkan guru honorer maupun ASN PAI di tingkat Kemenag kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan menuai sorotan dari kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM).Salah satunya datang dari LSM Pembela Rakyat (PERAK) Indonesia.

“Kami menduga ada persekongkolan jahat di Kemenag Sulsel dengan pihak FKG PAI TK Sulsel sehingga kegiatan berbiaya mandiri yang dibebankan kepada Guru Honorer dan ASN ini rutin dilaksanakan,” kata Koordinator Divisi Hukum dan Pelaporan LSM PERAK Indonesia, Burhan Salewangang, SH., Kamis (14/8/2025).

Burhan menyayangkan pelaksanaan pelatihan yang justru membebani guru honorer bersertifikasi dengan biaya mandiri sebesar Rp800 ribu per orang.Padahal, kegiatan ini diklaim sebagai penunjang kompetensi bagi guru penerima sertifikasi dari pemerintah.

“Kalau kegiatan ini memang penting bagi Kemenag Sulsel, seharusnya dianggarkan, bukan malah dibebankan kepada para guru PAI. Apalagi banyak di antara mereka masih berstatus honorer dengan pendapatan terbatas,” tegas Burhan, Selasa (12/8/2025).

Lebih lanjut Pengacara muda ini menegaskan akan membawa temua ini keranah hukum. “Kami sedang mengumpulkan data dan bukti lengkap. Jika sudah cukup, kami akan melaporkan kasus ini ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan,” tegasnya.

Sementara Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, yang dikonfirmasi sekaitan dugaan kerjasama antara pihak dari pengurus FKG PAI TK/PAUD Sulsel dengan Kemenag Sulsel dalam kegiatan workshop atau kegiatan pelatihan peningkatan kompetensi guru yang selama ini dilaksanakan setiap tahunnya, Rabu (13/8/2025) belum memberikan keterangan, pesan tertulis yang dilayangkan belum ada jawaban hingga berita ini ditayangkan.

Sebelumnya, diberitakan puluhan Tenaga honorer yang berstatus sertifikasi mendapatkan beban biaya 800 ribu untuk mengikuti kegiatan pelatihan kompetensi Guru PAI yang dilaksanakan melalui Forum Komunikasi Guru Pendidikan Agama Islam PAUD/TK Sulsel disalah satu hotel di Makassar.

Wakil Ketua FKG PAI TK Sulsel, Karsia, saat dikonfirmasi Indiwarta.com pada Selasa (12/8/2025), membenarkan bahwa kegiatan tersebut memang berbayar. Menurutnya, hal ini karena pelaksanaan dilakukan secara mandiri tanpa dukungan anggaran dari Kemenag maupun Kanwil Kemenag Sulsel.

“Iya, ini berbayar karena kegiatannya mandiri. Peserta berasal dari berbagai daerah di Sulsel, bukan hanya Takalar,” jelas Karsia.

Ia menambahkan, workshop tersebut merupakan program FKG PAI TK tingkat provinsi, bukan kegiatan resmi Kanwil Kemenag Sulsel, meski ada kerja sama dalam kapasitas sebagai rekanan.

“Bukan kegiatan Kanwil, tapi program FKG provinsi. Kami bukan pihak ketiga, melainkan rekanan yang punya program peningkatan kompetensi guru,” tegasnya. (*)