Bupati Takalar Pimpin Upacara Peringatan Pahlawan Nasional: “Takalar Bisa, Maju, dan Berkembang”

Pangeran Athar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Baru saja dilantik, Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus, MM Daeng Manye langsung menunjukkan komitmennya terhadap sejarah dan perjuangan daerah dengan memimpin Upacara Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Ranggong Daeng Romo dan Wafatnya Padjonga Daeng Ngalle.

Kedatangan Bupati dan Wakil Bupati Takalar di lokasi upacara disambut dengan tari tradisional Ganrang Bulo, menambah nuansa khidmat dan semangat kebangsaan dalam acara tersebut. Upacara yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Takalar ini ditandai dengan pengibaran bendera merah putih serta pembacaan riwayat hidup kedua pahlawan nasional yang berasal dari Takalar.

Acara ini turut dihadiri oleh Forkopimda Takalar, Sekretaris Daerah, Pimpinan OPD, Ketua TP. PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan, Ketua LVRI Cabang Takalar, para camat, kepala desa/lurah se-Kabupaten Takalar, serta staf lingkup Pemerintah Kabupaten Takalar.

Dalam sambutannya, Bupati Takalar menegaskan bahwa kedua tokoh ini telah mencatatkan namanya dalam tinta emas perjuangan bangsa.

“Ranggong Daeng Romo dan Padjonga Daeng Ngalle adalah patriot sejati yang teguh membela kemerdekaan Indonesia. Mereka menunjukkan bahwa sejak dahulu, masyarakat Takalar adalah pejuang yang setia kepada NKRI, bukan penghianat bangsa,” tegasnya.

Bupati juga menggarisbawahi semangat nasionalisme dan sosial yang diwariskan oleh para pahlawan ini. Ranggong Daeng Romo dikenal sebagai tokoh yang selalu memperjuangkan kehidupan lebih baik bagi sesama, bahkan rela mengorbankan jiwa dan raga dalam perlawanan terhadap Belanda.

Sementara itu, Padjonga Daeng Ngalle dikenal sebagai pemimpin yang cerdas dan berani. Keputusannya mengumumkan Polongbangkeng sebagai wilayah de facto Negara Republik Indonesia menunjukkan ketegasan dan kecintaannya terhadap tanah air.

“Fakta sejarah telah membuktikan bahwa Takalar pernah maju melebihi daerah lain. Ini harus menjadi inspirasi bagi kita semua untuk merefleksikan dalam bingkai Takalar Bisa, Maju, dan Berkembang,” tambah Bupati.

Ia berharap, peringatan hari gugurnya Ranggong Daeng Romo dan wafatnya Padjonga Daeng Ngalle menjadi pemicu semangat bagi seluruh masyarakat untuk bekerja keras, bekerja tuntas, dan bekerja cerdas dalam membangun Takalar sesuai dengan peran dan fungsinya masing-masing.

 

(*/Fathir)