MAKASSAR, INDIWARTA.COM – Curah hujan yang tinggi melanda Kota Makassar, dalam beberapa hari terakhir memicu banjir parah, disejumlah kecamatan.
Seperti tampak di Perumnas Antang, Kecamatan Manggala. Puluhan rumah, di Blok 8 dan Blok 10 terendam, dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa, hingga ada pula ketinggian air mencapai atap rumah warga.
Ketua RT 04 Blok 8, Fathiyah Bahmid, mengungkapkan, bahwa banjir mulai merendam wilayah tersebut sejak Sabtu, 21 Desember 2024.
“Hingga saat ini, sekitar 40 rumah telah terendam. Air terus naik, hingga mencapai ketinggian dada orang dewasa,” katanya, Minggu (22/12/2024).
Di Blok 10, sebanyak 144 warga dari 34 kepala keluarga, kini mengungsi ke Masjid Jabal Nur.
Kepala Posko Pengungsian, Hamsina, menyebutkan, jumlah pengungsi terus meningkat.
“Saat ini, kami menampung 144 jiwa, termasuk 21 anak-anak, 13 balita, 3 bayi dan 3 lansia,” ucapnya, memberi keterangan.
Meski bantuan makanan dan air minum dari Kementerian Sosial telah tiba, kebutuhan lain seperti obat-obatan, selimut, dan popok masih sangat kurang.
“Kami butuh lebih banyak bantuan, terutama untuk dapur umum dan kebutuhan mendesak lainnya,” ungkap Hamsina.
Sedangkan, Ketua RT 2 Blok 10, Muhammad Basri Rasyid, menuturkan, banjir ini sebagai bencana rutin tahunan. Ia berharap, hujan segera berhenti, agar warga dapat kembali ke rumah masing-masing.
“Ini sudah kedua kalinya air naik lagi. Kami sangat berharap cuaca membaik,” harapnya.
Kondisi banjir juga mengakibatkan akses jalan terputus, membuat warga harus menggunakan perahu karet, untuk beraktivitas.
Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda air akan surut. Warga pun mendesak pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah konkret, guna mengatasi masalah banjir yang terus berulang tiap tahun.
Diketahui pula, situasi ini menjadi pengingat akan pentingnya solusi jangka panjang, untuk mengurangi dampak banjir di wilayah rawan, contohnya seperti di Perumnas Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. (*/Arman)












