Rustam Fadly Tukuboya: Tambang Emas Gunung Botak Harus Jadi Sumber PAD, Bukan Konflik dan Pencemaran

MALUKU BURU, INDIWARTA.COM – Anggota DPRD Kabupaten Buru, Muhammad Rustam Fadly Tukuboya, menyerukan pentingnya menjadikan tambang emas Gunung Botak sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), bukan sumber konflik, kerusakan lingkungan, dan krisis sosial. Seruan itu disampaikan pada Senin, 14 Juli 2025, di tengah kondisi tambang yang hingga kini masih belum tertata dengan baik.

“Sudah saatnya tambang emas Gunung Botak diatur dan dikelola dengan baik. Potensinya luar biasa untuk mendongkrak PAD Kabupaten Buru, asal dikelola secara resmi dan profesional,” ungkap Tukuboya.

Menurutnya, emas yang terkandung dalam batuan Gunung Botak memiliki nilai ekonomis tinggi yang bisa dimanfaatkan demi kesejahteraan masyarakat sekitar dan pendapatan daerah. Namun hingga saat ini, penambangan liar telah berlangsung lebih dari satu dekade tanpa kontrol yang memadai.

“Pemerintah provinsi harus kita dukung dalam upaya penertiban. Ini bukan penutupan permanen, tetapi penataan kembali agar legal dan berkontribusi untuk daerah,” tegasnya.

Tambang ilegal Gunung Botak selama 12 tahun telah menghasilkan berton-ton emas, namun eksploitasinya yang tak bertanggung jawab menyebabkan kerusakan lingkungan parah. Penggunaan zat berbahaya seperti merkuri dan sianida menjadi biang pencemaran tanah dan air yang berdampak langsung pada kesehatan warga.

DPRD Kabupaten Buru secara kelembagaan menyatakan dukungan penuh atas langkah penyisiran dan penertiban yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Maluku. Penyisiran tersebut, kata Tukuboya, bukan hanya soal keamanan, tetapi juga menyangkut kelangsungan lingkungan hidup dan keadilan sosial.

“Dampaknya nyata—harga sembako naik, BBM langka, lahan jadi rebutan, bahkan korban jiwa terus berjatuhan, baik karena longsor maupun konflik,” jelasnya.

Ia juga menyesalkan hilangnya mata pencaharian tradisional akibat tambang ilegal serta meningkatnya kasus penyakit akibat pencemaran.

“Ini momentum penting. Mari kita dukung regulasi yang berpihak pada rakyat dan alam, agar Gunung Botak tak lagi jadi sumber bencana, tapi sumber kesejahteraan,” tutup Tukuboya. (Feri)