Sekolah Dibuka Kembali Setelah 7 Tahun Disegel, SD 153 Inpres Bontonompo Canrego Kembali Hidupkan Harapan Pendidikan

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Kabar menggembirakan datang dari Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar. Setelah tujuh tahun ditutup akibat sengketa lahan, Sekolah Dasar (SD) No. 153 Inpres Bontonompo Canrego akhirnya resmi dibuka kembali, Rabu (23/7/2025). Kembalinya aktivitas belajar mengajar ini disambut antusias oleh guru, siswa, dan masyarakat sekitar.

Penyelesaian sengketa lahan sekolah dilakukan secara kekeluargaan antara Pemerintah Kabupaten Takalar dengan pihak ahli waris pemilik lahan, yakni keluarga besar Muh. Tahir Mappasising Dg. Nompo. Dengan kesepakatan damai dan penuh keikhlasan, proses pembelajaran pun dapat kembali berjalan normal.

Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, MM., hadir langsung dalam seremoni pembukaan kembali sekolah tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas selesainya persoalan yang telah menghambat akses pendidikan di wilayah itu sejak tahun 2017.

“Alhamdulillah, hari ini menjadi momen bersejarah. Setelah tujuh tahun tertutup, SD No. 153 Inpres Bontonompo Canrego akhirnya dibuka kembali. Anak-anak kini bisa kembali belajar dengan nyaman. Saya atas nama pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada Bapak Muh. Tahir Mappasising Dg. Nompo dan keluarga atas keikhlasan dan komitmennya terhadap dunia pendidikan,” ujar Bupati Firdaus.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan adalah bentuk amal jariah yang tak terputus, dan membuka kembali sekolah ini adalah bagian dari membangun masa depan generasi muda Takalar.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar, Camat Polsel, Kapolsek Canrego, Kepala Lingkungan Bontonompo, para kepala sekolah se-Kecamatan Polsel, guru-guru SD 153 Inpres Bontonompo, serta orang tua siswa yang turut bahagia menyaksikan kembalinya denyut pendidikan di sekolah tersebut.

Dengan dibukanya kembali SD No. 153 Inpres Bontonompo Canrego, harapan baru pun tumbuh. Anak-anak di wilayah itu kembali memiliki tempat yang layak untuk menuntut ilmu dan merajut masa depan yang lebih cerah. (*)