Semarak HUT Takalar ke-65: Ratusan Pendaki Taklukkan Moncong Mammetang, Berikut Pesan Pj. Bupati Dr. H. Muhammad Hasbi 

Pangeran Athar

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Takalar ke-65, Pj Bupati Takalar, Dr. Muhammad Hasbi, S.STP., M.AP., M.I.Kom, menggelar kegiatan camp dan tektok Moncong Mammetang bersama ratusan pendaki dari berbagai komunitas pecinta alam se-Sulawesi Selatan pada Minggu, (16/02/2025). Kegiatan ini menjadi ajang eksplorasi sekaligus promosi wisata baru yang menawarkan keindahan alam dan nilai sejarah yang kuat.

Moncong Mammetang sendiri merupakan destinasi wisata yang berada di kawasan Konservasi Taman Buru Ko’mara, Desa Cakura, Kecamatan Polongbangkeng Selatan. Dengan keindahan alam yang masih asri, lokasi ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan dan pecinta alam dari berbagai daerah. Kepala Seksi Konservasi Wilayah 4 BBKSDA Sulsel, Bapak Tamsil, S.Hut., M.Si, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pengembangan fasilitas wisata di kawasan ini.

“Kami berharap para pendaki juga menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan selama menikmati keindahan Moncong Mammetang,” ujarnya.

Dalam sambutannya, Pj Bupati Takalar menyampaikan visi pemerintah daerah untuk menjadikan Moncong Mammetang sebagai pusat kegiatan alam yang berkelanjutan.

“Ke depan, kami akan merintis berbagai event rutin di tempat ini, termasuk off-road, pendakian, sepeda gunung, dan adventure trail yang melibatkan peserta dari seluruh Sulawesi Selatan,” ungkapnya. Ia juga menugaskan calon Ketua Indonesia Off-road Federation (IOF) Takalar untuk menginisiasi event off-road di kawasan ini guna semakin mengenalkan Takalar sebagai destinasi petualangan.

Tak hanya menjadi tempat wisata, kawasan ini juga memiliki nilai historis yang tinggi.

“Takalar adalah satu-satunya kabupaten yang menjadi markas perjuangan Sulawesi Selatan pada tahun 1946. Di area gunung ini terdapat Monumen LAPRIS (Laskar Pejuang Republik Indonesia Sulawesi), tempat persembunyian pejuang kemerdekaan seperti Wolter Monginsidi dan Ranggong Daeng Romo saat melawan Belanda,” tambahnya. Dengan nilai sejarah yang begitu kuat, Moncong Mammetang tidak hanya menawarkan petualangan alam, tetapi juga perjalanan mengenang perjuangan bangsa.

Di akhir sambutannya, Dr. Muhammad Hasbi mengingatkan para pendaki untuk selalu berhati-hati dan menjaga keselamatan selama perjalanan.

“Saya berharap kita semua saling membantu, membawa bekal yang cukup, dan pulang dengan selamat,” pesannya.

Acara ini turut dihadiri oleh Kepala BBKSDA Sulsel, Dandim 1426 Takalar, Kapolsek Polsel, Camat Polongbangkeng Selatan, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Dengan sinergi berbagai pihak, diharapkan Moncong Mammetang semakin dikenal luas dan menjadi destinasi unggulan di Sulawesi Selatan.

 

(*)