TAKALAR, INDIWARTA.COM – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar bekerja sama dengan Tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat dari Universitas Negeri Makassar (UNM) melaksanakan pelatihan peningkatan subjective well-being bagi Warga Binaan melalui kegiatan fisik. Acara ini berlangsung pada Kamis (15/11/2024) di aula Lapas Takalar dengan tujuan untuk memperbaiki kesejahteraan psikologis Warga Binaan.
Prof. Dr. Syahruddin, M.Kes, selaku Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan dan Kerjasama sekaligus ketua kegiatan, menyampaikan bahwa program ini merupakan wujud nyata sinergi antara Lapas Takalar dan UNM dalam pemberdayaan Warga Binaan.
“Pengabdian ini kami tujukan agar para Warga Binaan dapat mencapai kesejahteraan hidup meskipun dalam lingkungan terbatas, sehingga mereka mampu menjaga keseimbangan emosional dan kesehatan mental,” ujarnya.
Muhallim, yang bertindak sebagai pemateri utama, menjelaskan pentingnya subjective well-being dan peran kegiatan fisik dalam pencapaiannya. Ia menyampaikan bahwa olahraga dan aktivitas fisik dapat menjadi alat yang efektif untuk menjaga kesehatan mental, yang merupakan aspek utama dalam peningkatan subjective well-being.
“Melalui olahraga, warga binaan bisa merasakan manfaat besar bagi kesehatan mental dan fisik mereka,” ungkap Muhallim.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Takalar, Mansur, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kegiatan yang diinisiasi oleh UNM ini. Mansur berharap bahwa program seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk kesejahteraan Warga Binaan.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif UNM. Semoga kegiatan ini bisa menjadi program berkelanjutan yang bermanfaat bagi warga binaan,” tutur Mansur.
Selain pelatihan, UNM Makassar juga mendonasikan sejumlah peralatan olahraga yang bisa digunakan oleh para Warga Binaan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan Lapas yang mendukung kesehatan mental dan fisik, serta memperkuat kemitraan antara Lapas Takalar dan UNM dalam mewujudkan pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.
(Red/Ikbal S.H)












