Tak Harus dari Ibu Kota, Inovasi Takalar “One Klik” Bawa Daeng Manye Raih Penghargaan Nasional

Pangeran Athar

JAKARTA, INDIWARTA.COM – Tiga kepala daerah dari Sulawesi Selatan berdiri di panggung yang sama di Jakarta, Rabu, (24/06/2026). Kehadiran mereka bukan sekadar menghadiri seremoni penghargaan, melainkan membawa pesan bahwa inovasi pelayanan publik dapat tumbuh dari daerah dan memberi dampak hingga tingkat nasional.

Dikutip dari media Tribunnews.com. Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Maros, dan Pemerintah Kabupaten Takalar menerima penghargaan dalam ajang Cita Loka Fest 2026 yang digelar di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta. Ketiga daerah tersebut dinilai berhasil menghadirkan inovasi pelayanan publik di bidang yang berbeda.

Direktur Pemberitaan Tribun Network, Febby Mahendra Putra, mengatakan penghargaan diberikan setelah pihaknya melakukan pengamatan terhadap berbagai inovasi daerah di Indonesia yang dinilai memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami telah mengamati inovasi-inovasi terbaik dan berdampak dari daerah-daerah di Indonesia. Kami menyaksikan bagaimana daerah mampu mengoptimalkan potensi dan menjalankan otonominya. Dari sinilah kami yakin bahwa kekuatan daerah itu nyata adanya,” kata Febby pada Media Tribunnews.com.

Menurut dia, Cita Loka Fest lahir dari visi besar Tribun Network, Mata Lokal Menjangkau Indonesia. Forum tersebut menjadi ruang kolaborasi nasional yang memperlihatkan bagaimana daerah mampu tumbuh melalui kekuatan lokalnya sendiri, bukan sekadar mengikuti arus pembangunan dari pusat.

Penghargaan diterima langsung oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Bupati Maros AS Chaidir Syam, dan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye.

Kabupaten Maros meraih Anugerah Daerah Terbaik dalam Penguatan Masyarakat Sehat dan Berdaya melalui program SIPAKATAU (Strategi Akselerasi Pencegahan dan Penanganan Tuberkulosis). Program tersebut dinilai berhasil memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis melalui kolaborasi lintas sektor dan pendekatan berbasis masyarakat.

Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar memperoleh Anugerah Daerah Terbaik dalam Membangun Pemerintahan yang Terhubung berkat inovasi Lontara+ (Makassar Super Apps). Platform digital itu mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan ke dalam satu aplikasi sehingga memudahkan masyarakat mengakses pelayanan publik.

Pada kategori yang sama, Kabupaten Takalar meraih Anugerah Daerah Terbaik dalam Inovasi Akses Pemerintahan melalui program Takalar One Click. Aplikasi super apps tersebut mengintegrasikan puluhan layanan publik digital dalam satu platform.

Melalui Takalar One Click, warga dapat mengakses berbagai layanan pemerintahan, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan, pengurusan kartu kuning, hingga layanan penerimaan peserta didik baru secara daring tanpa harus mendatangi kantor-kantor pelayanan.

Bupati Takalar Daeng Manye telah berada di Jakarta sejak Selasa malam untuk menghadiri penganugerahan tersebut. Ia didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kabupaten Takalar, Suhardiyanto.

Penghargaan yang diraih tiga daerah Sulawesi Selatan ini menunjukkan perubahan arah kompetisi antardaerah. Jika sebelumnya pembangunan kerap diukur dari besarnya infrastruktur fisik yang dibangun, kini ukuran keberhasilan semakin bergeser pada kemampuan menghadirkan pelayanan publik yang lebih cerdas, lebih sehat, dan lebih mudah diakses masyarakat.

Momentum penghargaan itu terasa simbolis. Di tengah persiapan Jakarta menyambut usia lima abad, daerah-daerah justru tampil membawa cerita tentang otonomi yang bekerja.

Makassar menawarkan integrasi layanan digital. Maros menunjukkan bahwa perang melawan tuberkulosis dapat dilakukan melalui inovasi sosial yang terukur. Takalar membuktikan bahwa transformasi birokrasi tidak harus menunggu menjadi kota metropolitan.

Bagi ketiga daerah tersebut, penghargaan ini bukan sekadar trofi. Pengakuan nasional itu menjadi penanda bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh apa yang dibangun di pusat, tetapi juga oleh apa yang diciptakan di daerah.

Sebab, Indonesia bertumbuh ketika inovasi lokal mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menjangkau kepentingan nasional. Itulah makna yang ingin ditegaskan Cita Loka Fest 2026: mata lokal yang menjangkau Indonesia. (*)