GOWA, INDIWARTA.COM – Kesaksian emosional sekaligus mengejutkan mewarnai sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Gowa. Muhammad Yusran Beta alias Becam bersama istrinya, Sahriani yang dikenal dengan sapaan Bu Desa, mengungkap pengalaman yang mereka sebut paling membekas selama berada di lingkaran dekat Bupati Gowa, Husniah Talenrang.
Di hadapan anggota Pansus, Bu Desa mengaku pernah diminta langsung oleh Husniah Talenrang untuk membujuk Muhammad Basri alias Basri Kajang atau Ombas agar tidak pergi meninggalkannya. Peristiwa itu, menurut dia, terjadi saat rangkaian kegiatan Beautiful Malino 2025 berlangsung.
Kala itu, hubungan antara Husniah dan Basri Kajang disebut tengah dilanda persoalan. Basri Kajang dikabarkan hendak meninggalkan lokasi dan tak lagi bersama rombongan. Situasi tersebut, menurut kesaksian Bu Desa, membuat Husniah panik.
Bu Desa mengaku dipanggil ke kamar tempat Bupati Gowa berada. Saat masuk, ia melihat Husniah dan Basri Kajang sedang berselisih.
“Kenapa saya bilang ibu stres di Malino, itu sempat BK mau pergi,” ujar Bu Desa di hadapan anggota dewan, Rabu (24/06/2026).
Menurut dia, setelah itu dirinya bersama sang suami diminta membantu membujuk Basri Kajang agar tetap bertahan. Apa yang terjadi kemudian menjadi pengalaman yang tak pernah ia lupakan.
“Pada waktu itu saya disuruh memohon. Kami sampai bersujud di kakinya BK, berdua suami istri, supaya BK tidak pergi,” katanya.
Pernyataan tersebut membuat suasana sidang sejenak hening. Sejumlah anggota Pansus tampak memberi perhatian serius terhadap pengakuan itu.
Dengan nada emosional, Bu Desa mengaku peristiwa tersebut meninggalkan luka batin yang mendalam. Sebagai bawahan yang selama ini loyal kepada pimpinan, ia merasa berada dalam posisi yang sulit.
“Di situ saya seperti tidak punya harga diri, Pak Dewan,” ucapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa selama mendampingi Basri Kajang dan berada di lingkungan rumah jabatan, dirinya bersama sang suami kerap harus mengesampingkan urusan keluarga demi memenuhi berbagai kebutuhan Basri Kajang yang disebut memperoleh perhatian khusus dari Bupati Gowa.
Bahkan, menurut pengakuannya, ia pernah meninggalkan anaknya sendiri demi menjalankan tugas mendampingi Basri Kajang bersama sang suami.
Kesaksian Bu Desa memperkuat keterangan yang sebelumnya disampaikan Becam. Dalam sidang yang sama, Becam mengaku memang mendapat tugas khusus untuk mendampingi Basri Kajang.
Ia mengatakan kerap diminta menjaga, menemani, bahkan memastikan Basri Kajang tidak meninggalkan Gowa.
“Ibu biasa bilang, jaga BK dengan baik-baik, Becam. Nanti lari,” kata Becam menirukan pesan yang diterimanya.
Ketika salah seorang anggota DPRD menanyakan alasan Bupati begitu khawatir kehilangan Basri Kajang, Becam memberikan jawaban singkat.
“Menurut saya ada kasih sayang,” ujarnya.
Bagi Bu Desa, peristiwa ketika dirinya dan sang suami bersujud di hadapan Basri Kajang menjadi salah satu pengalaman paling membekas selama bertugas.
“Kami hanya menjalankan perintah. Tapi peristiwa itu yang paling saya ingat sampai hari ini,” tuturnya.
Kesaksian pasangan suami istri tersebut kini menjadi bagian penting dari materi yang didalami Pansus Hak Angket DPRD Gowa. Keterangan mereka digunakan untuk menelusuri berbagai fakta terkait dugaan hubungan khusus antara Husniah Talenrang dan Basri Kajang yang disebut-sebut berdampak pada penyelenggaraan pemerintahan daerah.
Becam dan Bu Desa menegaskan seluruh keterangan yang mereka sampaikan di hadapan Pansus diberikan di bawah sumpah serta tanpa tekanan dari pihak mana pun. (*)












