TAKALAR, INDIWARTA.COM – Sebuah postingan di media sosial Facebook yang memperlihatkan kondisi mobil dinas camat di Takalar menjadi viral belakangan ini. Dalam unggahan tersebut, terlihat mobil dinas dengan kondisi yang sangat memprihatinkan dan tidak layak pakai. Postingan tersebut menarik perhatian publik dan menuai berbagai komentar dari netizen yang mempertanyakan kelayakan fasilitas dinas bagi para pejabat di Takalar.
Berdasarkan penelusuran awak media, mobil tersebut milik salah seorang camat di Takalar. Camat yang bersangkutan membenarkan bahwa mobil yang diunggah oleh akun Facebook bernama Firman Dg Takko adalah mobil dinasnya.
“Iya benar, itu mobil dinas saya. Kondisinya memang sudah memprihatinkan dan tidak layak lagi digunakan karena usianya yang sudah sangat tua. Setahu saya, hampir semua mobil dinas camat di Takalar kondisinya juga sama,” ujarnya pada Rabu (25/2/2025).
Tidak hanya camat tersebut, beberapa camat lain di Takalar yang enggan disebutkan namanya juga mengakui bahwa kondisi mobil dinas mereka sudah sangat memprihatinkan. Mereka berharap ada peremajaan kendaraan dinas agar dapat menunjang kinerja pemerintahan secara optimal.
“Hampir semua mobil dinas camat di Takalar sudah tidak layak pakai, namun kami tetap berusaha memaksimalkan penggunaannya,” ungkap salah satu camat yang tidak ingin namanya dimediakan.
Menanggapi viralnya kondisi mobil dinas camat di Takalar, aktivis dari Lembaga Pemantau Kebijakan Publik dan Pemerintahan (LPK2), Suhardi Kulle, mendesak Pemerintah Daerah (Pemda) Takalar untuk segera mengambil tindakan.
“Melihat kondisi mobil-mobil dinas camat yang memalukan, sudah seharusnya Pemda Takalar melakukan penggantian seluruh mobil dinas camat yang sudah tua dan tidak layak pakai. Selain menghambat kinerja pemerintahan, kondisi ini juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna dan masyarakat,” tegas Suhardi pada Selasa (25/2/2025).
Suhardi juga menambahkan bahwa biaya perawatan mobil dinas yang sudah tua akan jauh lebih mahal dibandingkan dengan mengganti kendaraan baru.
“Pemda Takalar harus segera menyikapi hal ini demi efektivitas kinerja pemerintahan dan keselamatan para pengguna jalan,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemda Takalar terkait desakan pergantian mobil dinas camat tersebut.
(Red/*)












