TAKALAR, INDIWARTA.COM – Penyaluran bantuan pangan berupa beras dari Badan Urusan Logistik (Bulog) di Desa Tarowang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, menjadi sorotan publik. Pasalnya, beredar pernyataan viral di media sosial yang menunjukkan dugaan ketidakberpihakan Pemerintah Desa (Pemdes) Tarowang dalam mendukung program nasional tersebut.

Melalui akun Facebook resmi @Pemdes Tarowang, warga diminta langsung menghubungi pendamping Bulog jika ingin menyampaikan keluhan terkait distribusi bantuan. Dalam unggahan tersebut disebutkan bahwa pendamping internal Bulog yang bertanggung jawab penuh atas data dan pembagian beras kepada masyarakat.
“Karena pendamping Bulog internal yang bertanggung jawab tentang data dan pembagian beras bulog,” tulis akun Facebook Pemdes Tarowang.
Sikap tidak biasa Pemdes Tarowang ini menuai pertanyaan publik, apalagi diketahui sebelumnya Taufik, pendamping dari pihak Bulog, telah menghubungi Kepala Desa Tarowang, Syamsualam Daeng Magassing, melalui WhatsApp untuk mengajak Pemdes turut mendampingi pembagian bantuan pangan tersebut. Namun, ajakan itu ditolak dengan alasan Pemdes sudah tidak terlibat karena adanya pendamping dari pihak eksternal dan tekanan dari media sosial.
“Kemarin ji bisa dibantu, tapi karena sudah ada eksternal mungkin Pemdes tidak terlibat lagi. Silakan dibagikan, nanti saya bisa minta Babinsa dampingi sama keamanan kantor. Pemdes sudah terlanjur diserang di medsos,” ujar Syamsualam dalam tangkapan layar percakapan WhatsApp yang beredar.
Menanggapi hal tersebut, Taufik pun tetap menunjukkan komitmennya untuk memastikan distribusi bantuan berjalan lancar meski tanpa dukungan dari Pemdes.
“Siap, Pakde. Kalau begitu saya sendiri yang akan dampingi Tarowang,” jawab Taufik.
Lebih lanjut, Taufik menyatakan akan menyampaikan situasi ini kepada Bulog dan Pemda Takalar jika tidak ada pihak dari aparat desa yang bersedia membantu pendampingan di lapangan.
“Kalaupun tidak ada aparat desa yang mau membantu karena diserang di medsos dan warga, nanti kami sampaikan ke Bulog dan Pemda terkait hal demikian,” tambahnya.
Kepala Desa Tarowang pun menegaskan bahwa dirinya telah melaporkan sikap tidak terlibatnya Pemdes dalam penyaluran beras Bulog kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Takalar.
“Saya kira itu solusi terbaik. Saya juga sudah sampaikan ke Kadis PMD, bahwa khusus Desa Tarowang, Pemdes tidak terlibat dalam pembagian Bulog,” tutup Syamsualam.
Menanggapi hal ini, Kadis PMD Takalar, Andi Rijal Mustamin, mengakui telah melihat pernyataan tersebut yang disampaikan melalui grup kepala desa. Namun pihaknya akan segera melakukan langkah mediasi.
“Iya, saya sempat lihat Kepala Desa Tarowang menyampaikan hal itu di grup desa. Tapi mungkin sebentar kami akan mediasi dan mempertemukan Pemdes bersama pendamping Bulog agar masalah ini bisa diselesaikan secara baik-baik,” jelas Kadis PMD. Sabtu, (26/7/2025).
Sikap Pemdes Tarowang ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah upaya pemerintah pusat dalam memastikan penyaluran bantuan pangan tepat sasaran dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah hingga tingkat desa. Kini, publik menanti sikap tegas dari pihak terkait atas polemik tersebut. (*)












