Kalapas Takalar Paparkan Strategi, Fokus Berantas Narkoba dan Cegah Penipuan dari Balik Lapas

TAKALAR, INDIWARTA.COM – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Takalar, Andi Gunawan, menggelar silaturahmi dengan sejumlah insan pers di Kabupaten Takalar, Jumat, (24/04/2026). Pertemuan berlangsung di Kantor Lapas Kelas IIB Takalar, Jalan Poros Takalar–Jeneponto, Kelurahan Pappa, Kecamatan Pattallassang.

Dalam kesempatan itu, Andi Gunawan memaparkan langkah strategis pihaknya dalam mengimplementasikan 15 program prioritas Kementerian Hukum dan HAM. Ia menyebut fokus utama mencakup ketahanan pangan, pemberantasan narkoba, serta pencegahan praktik penipuan yang kerap terjadi dari dalam lapas.

“Penguatan pengamanan dan pembinaan menjadi kunci dalam menjalankan program ini,” ujarnya.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, Lapas Takalar menerapkan sejumlah langkah konkret. Di antaranya menjalin sinergi dengan aparat penegak hukum seperti kepolisian dan TNI, terutama dalam pelaksanaan razia dan penggeledahan. Selain itu, dilakukan pemeriksaan kamar hunian secara rutin maupun insidentil.

Pihak lapas juga memberlakukan inspeksi harian yang dilakukan secara bergiliran oleh setiap seksi guna memastikan seluruh area dalam kondisi terpantau. Pengawasan terhadap fasilitas fisik, seperti kondisi teralis besi, turut menjadi perhatian untuk mencegah potensi gangguan keamanan.

Di sisi lain, pembinaan warga binaan tetap menjadi prioritas. Lapas memastikan pemenuhan hak dasar seperti kebutuhan makan, minum, dan layanan kesehatan. Program pembinaan kepribadian juga dijalankan melalui kegiatan keagamaan bekerja sama dengan Kementerian Agama, serta aktivitas pramuka, kesenian, olahraga, hingga penyediaan perpustakaan.

Selain itu, pembinaan kemandirian dilakukan melalui pelatihan keterampilan agar warga binaan memiliki bekal saat kembali ke masyarakat.

Berdasarkan data terbaru, jumlah warga binaan di Lapas Takalar mencapai 580 orang. Sekitar 50 persen di antaranya terjerat kasus narkoba. Kondisi ini menjadi perhatian serius, sehingga pihak lapas berencana memperkuat kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional untuk program rehabilitasi.

Dari sisi asal, sekitar 80 persen warga binaan merupakan warga Takalar, sementara sisanya merupakan pindahan dari Rumah Tahanan Makassar. Adapun jumlah warga binaan perempuan tercatat 13 orang, yang umumnya menjalani masa tahanan singkat atau proses persidangan.

Andi Gunawan menekankan pentingnya peran keluarga dalam proses pembinaan. Menurutnya, dukungan keluarga dapat menjadi faktor pendorong bagi warga binaan untuk berubah dan berperilaku lebih baik.

“Pendekatan pembinaan tidak bisa berdiri sendiri. Peran keluarga sangat penting dalam membangun motivasi mereka untuk kembali ke masyarakat secara positif,” kata dia. (Red/Fathir)